Jelang PPDB 2023, Disdik Batam Minta Orang Kaya Tidak Daftarkan Anaknya ke Sekolah Negeri

Kadisdik Batam
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Tri Wahyu Rubianto. (Foto: Muhammad Chairuddin)

BATAM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) meminta agar keluarga berkecukupan atau orang kaya tidak mendaftarkan anaknya di sekolah negeri.

“Orang tua harus bijak, dan tidak memaksakan memasukan anaknya ke negeri. Khususnya dengan kondisi ekonomi mampu,” kata Kadisdik Batam, Tri Wahyu Rubianto, Rabu (24/05).

Ia menjelaskan, hal itu merupakan imbauan untuk mengatasi jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tidak sebanding saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023 mendatang. Sebab, dikhawatirkan akan berdampak pada keterbatasan kursi.

Pada tahun ini jumlah siswa SD yang lulus 21.603 orang, sedangkan SMP 18.965 orang. Menurutnya, hal salah satu alternatif agar menghindari penumpukan siswa. Terlebih, saat ini kualitas sekolah swasta di Batam cukup mumpuni.

“Karena sekolah swasta di Batam ini sangat bagus,” ucapnya.

Selain itu, ia juga meminta agar sekolah-sekolah swasta di Batam dapat terlebih dahulu membuka pendaftaran dibandingkan SD dan SMP negeri.

Dengan demikian, jumlah siswa yang akan masuk ke sekolah negeri akan berkurang. Baik dari jalur Zonasi, Afirmasi, prestasi, maupun perpindahan orang tua.

“Jumlah siswa tidak seimbang. Pasti akan mempengaruhi jumlah ruang kosong dari level bawah ke atas. Dengan jumlah kursi yang terbatas,” tuturnya.

Baca juga: Ombudsman Kepri Harap Kepala Daerah Komitmen Laksanakan PPDB Bersih Tanpa Penyimpangan

Sementara itu Anggota Komisi IV DPRD Batam, Aman meminta agar setiap sekolah benar-benar memastikan jalur afirmasi untuk keluarga kurang mampu benar-benar tepat sasaran.

Kemudian, perhatikan juga jalur Zonasi agar setiap siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan haknya untuk sekolah.

“Jalur afirmasi ini betul-betul diperhatikan dan juga jalur Zonasi. Jangan sampai akan menimbulkan biaya-biaya tambahan kalau harus pindah ke sekolah lain,” tuturnya. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News