Kalapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang Dinonaktifkan, Ini Penjelasan Kakanwil Ditjenpas Kepri

Kakanwil Ditjenpas Kepri, Aris Munandar. (Foto: Andri Dwi Sasmito)

BINTAN – Porman Siregar dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang.

Langkah ini lakukan karena Porman diduga telah bersifat arogansi dengan cara menampar wajah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berinisial Z.

“Mulai hari ini (Jumat), kita nonaktifkan Porman Siregar dari jabatannya sebagai Kalapas Narkotika Kelas II Tanjungpinang,” kata Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Kepri, Aris Munandar saat berkunjung di Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang berada di Desa Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Jumat 7 November 2025.

Pantauan ulasan.co, beberapa personil Polri dari Polres Bintan sedang berjaga di Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang.

Hanya saja, Aris Munandar belum bisa memastikan sampai kapan Porman Siregar dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kalapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang saat ditanya awak media.

Alasannya, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap Porman Siregar atas peristiwa yang sudah dilakukan kepada WBP Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang.

“Tentu sampai pemeriksaan selesai di kantor wilayah, dan tentu menunggu arahan pimpinan seperti apa nanti,” ucap dia.

Memang, kata dia, sempat ada sedikit kericuan di dalam Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang. Namun, dengan cara persuasif dan humanis, WBP sudah tenang dan tidak lagi ricu didalam Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang.

Kericuan bermula, petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang melakukan razia kepada WBP. Petugas menemukan sebuah handphone milik WBP milik Z.

Saat ditanya oleh Kalapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, WBP tersebut tidak mengakui handphone yang ditemukan oleh petugas miliknya.

Ini membuat Kalapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang agak sedikit emosi yang tidak terkontrol. Sehingga terjadi insiden terhadap WBP tersebut.

“Tiba-tiba terjadi insiden kecil, menampar WBP,” terang dia.

Atas insiden tersebut, WBP lainnya tidak terima, hingga menjadi keributan di dalam Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang.

Dari pemeriksaan sementara, dirinya sudah memberikan peringatan kepada Kalapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang untuk bertindak secara humanis, apapun yang terjadi didalam Lapas terhadap WBP nya.

“Karena kita ini sebagai pembina,” ucapnya.

Lalu, ia juga memberikan peringatan kepada WBP tidak kembali mengulangi lagi pelanggaran selama di dalam Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang.

“Pengakuan Z, handphone didapat dari WBP sebelum. Ini sedang kita lakukan pemeriksaan kembali,” sebut dia mengakhiri wawancara.