EkbisGaya Hidup
Trending

Kantin Serba Rp6000 Di Kampung Bugis Jadi Sasaran Berbagai Kalangan

Tanjungpinang, Ulasan. Co – Hingga Jum’at (20/12) Kantin serba Rp6000 diserbu pengunjung, mulai dari anak sekolah, mahasiswa dan pegawai. Kantin ini dikenal dengan Kantin Bude yang memiliki menu berbeda-beda di setiap harinya.

Kantin ini terletak di jl. Plamboyan Kampung Bugis Senggarang. Anatasya yang akrab dipanggil Ana mulai membuka kantin ini sejak tahun 1998 silam. Menu yang ada di kantin rumahan ini sangat beraneka ragam, mulai dari nasi lemak, mie tiaw, nasi goreng, gado-gado, mie goreng, lontong, mie rebus, lakse goreng. Kantin bude itupu buka pada pukul 07.00 — 15.00.

“Saya tidak menyediakan menu yang sama setiap hari karena saya suka ganti-ganti menu. Kalau hari ini nasi lemak besok nasi goreng, kadang lakse goreng, harus ada menu yang diganti setiap harinya agar pelanggan bisa menikmati rasa yang berbeda-beda, ga cuma itu-itu saja,” ujar Ana (57) penjual di warung bude.

Semua menu yang ada di sini dibanderol dengan harga Rp6000 saja.
Hemat dikantong dan pas di lidah. Dalam penjualan Ana tidak pernah mengalami kerugian karena lauk yang ia sediakan hanya tempe, telur sambal, sambal goreng bilis, telur mata sapi, telur dadar dan untuk sayuran sudah ada yang mengantarkan langsung dari kebun.

“Cabe, Timun, kacang panjang langsung dari kebun, telur dari peternakan, jadi tidak mahal belinya. Di Tanjungpinang timun Rp10.000, kalau langsung dari kebun cuma Rp5000. Dipinang kacang panjang Rp15.000 kalau langsung dari kebun cuma Rp7000. Itu alasannya kenapa saya jual serba Rp6000,” Ucap wanita itu.

Setiap harinya Ana menyediakan nasi sebanyak 5 kg, lontong 4 kg, mie tiaw 3 kg, mie kuning 6 kg. Kantin ini mempunyai menu wajib yaitu lontong dan gado-gado.

“Makanan disini selalu habis tapi yang paling cepat habis Lontong dan gado-gado, jadi memang harus ada setiap hari,” Ungkap Ana.

“Suka aja makan disini, enak, pas dikantong mahasiswa apalagi anak sekolah. Porsinya juga tidak sedikit jadi kenyang,” Ujar Bony (18) Mahasiswa UMRAH.

Sejak awal dibuka Ana membanderol jualannya dengan harga Rp500 — Rp1.500, seiring berjalannya waktu menjadi Rp5000. Sekarang di tahun 2019 menjadi Rp6000.

“Saya naikkan seribu karena sekarang harga sayur sudah tidak seperti dulu, ada kenaikan harga dari kebun meskipun tidak banyak jadi saya sesuaikan,” Ucap Ana.

Penghasilan wanita asal Yogyakarta ini setiap bulannya mencapai 7 juta rupiah. Ana memiliki satu karyawan dengan gaji sebesar 1,6 juta rupiah.

Pewarta : Ika (mhs magang)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close