KARIMUN – Kabar baik datang bagi masyarakat dan pelaku logistik di Kabupaten Karimun. Kapal penyeberangan Roro Teluk Singkil, yang menjadi jalur penting rute Tanjungbalai Karimun – Tanjung Buton (Riau), akhirnya rampung menjalani proses perawatan total (docking) di galangan kapal PT Karimun Marine Shipyard (KMS).
Meski secara teknis kapal sudah siap berlayar, operasionalnya masih tertahan di dermaga. Saat ini, pihak terkait hanya tinggal menunggu dua izin penting dari pemerintah pusat untuk kembali mengangkut penumpang dan logistik.
Kapal Sudah Siap Layani Penumpang
Kepala UPTD Dinas Perhubungan di Parit Rampak, Purnama, membenarkan bahwa proses perawatan kapal telah selesai.
“Untuk docking-nya sudah selesai beberapa waktu lalu. Kapal sudah siap melayani masyarakat,” ujar Purnama, Sabtu 18 Oktober 2025.
Baca Juga: Mini Zoo dan Hutan Mangrove Rutan Karimun Dinilai Inovatif, Unggul sebagai Wisata Edukasi
Menurut Purnama, operasional kapal masih terhambat karena belum terbit Surat Persetujuan Mengoperasikan Kapal (SPM) dan izin operasional dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Sekarang tinggal menunggu dua izin itu saja. Setelah keluar nanti, jadwal akan diterbitkan oleh BPTD dan kemudian kapal langsung bisa beroperasi,” ucapnya.
Dampak Tertundanya Operasional
Kapal KM Teluk Singkil sudah berhenti beroperasi sejak 18 September 2025 karena menjalani docking rutin. Akibatnya, arus transportasi dan logistik terganggu, terutama bagi pengguna jasa yang membawa kendaraan berat.
“Banyak kendaraan yang tertahan di Tanjung Buton. Mereka bisa memang lewat rute lain, tapi biayanya jauh lebih besar karena harus memutar lewat Punggur, Uban, dan Tanjungpinang,” ungkap Purnama.
Rute alternatif ini bukan hanya memakan waktu lebih lama, tetapi juga membuat biaya operasional membengkak, sehingga menghambat rantai distribusi antarprovinsi.
Dishub Karimun Dorong Percepatan Izin
Menyadari urgensi situasi ini, Dishub Karimun bergerak cepat. Purnama memastikan pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Kemenhub untuk mempercepat proses izin operasional kapal.
“Kami sudah menyampaikan ke Kemenhub agar prosesnya bisa dipercepat. Mudah-mudahan dalam minggu ini kapal bisa segera berlayar kembali,” harapnya.
Kembalinya KM Teluk Singkil sangat dinantikan masyarakat dan pelaku usaha. Kapal ini menjadi urat nadi transportasi dan distribusi logistik antara Pulau Karimun dan wilayah sekitarnya, yang berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.*
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News


















