Keluarga Korban Longsor di Luar Pulau Serasan Kesulitan Dapat Informasi

Longsor Serasan
Bupati Natuna Wan Siswandi saat mengalami korban tanah longsor di Kecamatan Serasan. (Foto: Ist)

KARIMUN – Keluarga korban tanah longsor yang berdomisili di luar Kecamatan Serasan, Natuna, Kepulauan Riau, kesulitan mendapat informasi.

Pihak keluarga korban yang berdomisili di luar Pulau Serasan terus mencari informasi terbaru.

Sayangnya, jaringan telekomunikasi di Kecamatan Serasan mengalami gangguan pascalongsor, sehingga membuat pihak keluarga kesulitan memperoleh informasi.

Seperti yang diungkapkan oleh seorang keluarga korban yang berada di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Iptu Sri Siswanto.

Polisi yang menjabat Kasi TIK Polres Karimun mengatakan, dirinya mencari tahu kondisi terbaru melalui paguyuban Himpunan Keluarga Serasan (HKS) Kepri ataupun anggota keluarganya yang lain. “Informasi susah karena internet dan PLN mati,” kata Siswanto, Selasa (07/02).

Siswanto menyebutkan istrinya berasal dari Kampung Genting yang puluhan warga menjadi korban longsor.

“Di Kampung Genting itu hampir semuanya keluarga. Termasuk yang belum ditemukan itu ipar, tante istri dan suaminya,” tambah Siswanto.

Dari informasi yang diperolehnya, longsor terjadi ketika warga Kampung Genting bergotong-royong membersihkan kayu yang tumbang, karena hujan yang turun dalam waktu lama.

Saat gotong-royong, terdengar bunyi gemuruh dari arah Gunung Jemenang mengarah ke Kampung Genting.

“Jadi warga yang sedang gotong-royong kena. Longsoran mengarah ke pemukiman yang ada di tepi laut,” ujar Sri Siswanto.

Pada Selasa dini hari, Siswanto mendapatkan kabar jika empat anggota keluarganya selamat dan dievakuasi ke Pontianak untuk menjalani pengobatan.

“Info tadi subuh 14 korban ditemukan meninggal serta 47 orang belum ditemukan,” ucapnya.

Baca juga: Update Longsor Serasan, 47 Orang Hilang Tertimbun

Sebelumnya diberitakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna, Kepulauan Riau, menyatakan 47 orang hilang tertimbun tanah longsor di Kecamatan Serasan.

“Update data hari ini jumlah korban yang dinyatakan hilang 47 orang, meninggal dunia 10 orang,” kata Humas BPBD Natuna Patli Muhammad.

Selain itu, terdapat juga empat orang korban kritis dilarikan ke rumah sakit Pontianak, Kalimantan Barat menggunakan Kapal Bukit Raya dan rumah rakit Ranai.

“Selebihnya terdapat juga sejumlah orang korban luka berat dan rawat jalan,” ujarnya.

Saat ini, BPBD Natuna menetapkan Natuna sebagai status bencana tanggap darurat sampai masa tujuh hari ke depan.

BPBD Natuna juga mencatat warga terpaksa diungsikan ke Pengungsian Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) 219 orang. Kemudian di Puskesmas terdekat sebanyak 215 orang. Pengungsian Pelimpak atau di Masjid Alfurqon sebanyak 500 orang, di SMAN 1 Serasan 282 orang.

“Total seluruh warga yang mengungsi sebanyak 1.216 orang,” ujarnya.

BPBD juga mencatat sedikitnya 27 rumah warga sekitar yang tertimbun longsor. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News