Kenaikan Harga Kedelai Nasional Dipicu Harga Internasional

Tempe
Proses pembuatan tempe. (Foto: Muhammad Chairuddin/Ulasan.co)

Tanjungpinang – Kepala Bidang (Kabid) Stabilisasi Harga Dinas Perindustrian dan Perdagagan (Disperindag) Kota Tanjungpinang, Endi Febri membenarkan kenaikan harga kedelai nasional dipicu harga di tingkat internasional.

Namun, lanjut dia, pemerintah sedang menyelidiki penyebab utama naiknya harga kedelai selama beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, kenaikan tersebut memang patut diwaspadai masyarakat.

“Memang harus waspadai. Kecenderungan kenaikan komoditas kedelai scara nasional. Memang kenaikan secara nasional. Penyebab utamanya akan kami pelajari dulu,” ucap Endi Febri, Senin (21/02).

Ia menduga, kenaikan harga kedelai itu disebabkan oleh naiknya harga secara internasional dan keterbatasan suplai.

“Masih kami kumpulkan data dulu. Kalau kedelai biasanya tidak musiman sperti itu. Ada penyebab spesifiknya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengkajian Perdagangan Dalam Negeri di Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Kementerian Perdagangan, Dharmayugo Hermansyah mengungkapkan, kenaikan harga kedelai internasional sudah terjadi saat ini.

Baca juga: Harga Kedelai Tinggi, Pabrik Tahu di Batam Akali Biar Tak Rugi

Ia khawatir, para distributor tidak dapat menyeimbangkan harga jualnya sehingga berdampak juga kepada para produsen tahu-tempe.

“Ya karena memang harga internasional kedelai sudah cenderung naik. Distributor mungkin tidak bisa mengantisipasi,” ucap Dharmayugo Hermansyah, saat mengecek stok Minyak Goreng di Tanjungpinang.

Lanjutnya, pemerintah memang harus mensosialisasikan hal itu.

Dengan demikian, baik pemerintah maupun para distributor dan pengrajin dapat mengantisipasi hal tersebut.

“Dampaknya pasti ke pengrajin tahu-tempe. Harus dikasih tahu kita impor dengan harga internasional. Pasti ada kenaikan dan itu memang harus diantisipasi,” ucapnya.

Sebelumnya, berdasarkan pantauan Ulasan.co, harga kedelai saat ini mencapai Rp565 per karung 50 Kilogram (Kg).

Padahal, di awal tahun 2021 harga kacang kedelai untuk pembuat tahu dan tempe di Tanjungpinang hanya Rp500 ribu per karungnya.