Kepala BTIKP Kepri Diduga Mainkan Anggaran Kegiatan di Hotel Mewah Batam

Kepala BTIKP (kiri) Kadisdik (tengah) perwakilan disdik Batam (kanan) saat melaksanakan kegiatan di Hotel Golden View, Kota Batam. (Foto: dok/istimewa)
Kepala BTIKP (kiri) Kadisdik (tengah) perwakilan disdik Batam (kanan) saat melaksanakan kegiatan di Hotel Golden View, Kota Batam. (Foto: dok/istimewa)

TANJUNGPINANG – Dugaan praktik penyalahgunaan anggaran kembali mencuat di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau. Kepala Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Kepri disebut-sebut memainkan dana kegiatan di hotel mewah Golden View Batam.

Kegiatan yang seharusnya berlangsung selama tiga hari mendadak dipadatkan menjadi dua hari saja. Hal ini memunculkan dugaan kuat bahwa anggaran kegiatan tersebut tidak digunakan sesuai peruntukan.

“Dari yang kami tahu, kegiatan itu 3 hari bukan 2 hari. Tapi pada hari kedua mereka sudah ke kantor,” kata salah seorang narasumber yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Baca Juga: Kepala BTIKP Disdik Kepri Diduga Cawe-Cawe Uang Pengadaan Proyek

Menurut informasi yang diterima, puluhan pegawai yang menghadiri kegiatan di hotel tersebut mendapat fasilitas kamar dengan anggaran fantastis.

Namun, sumber tersebut menduga dana penginapan itu telah dimainkan oleh Kepala BTIKP Kepri bersama sejumlah bawahannya yang ikut dalam kegiatan.

Ia menilai, dana besar itu seharusnya bisa dialokasikan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti pembuatan video konten pembelajaran bagi siswa.

“Daripada kegiatan di hotel yang memakan biaya besar, ini kan sangat mubazir. Terlebih lagi kami menduga kalau kegiatan ini sudah dimanipulasi. Gimana ceritanya, kegiatan yang harusnya 3 hari, mereka sudah selesai dihari kedua,” ungkapnya.

Kecurigaan semakin menguat ketika sejumlah ASN PPPK yang seharusnya menerima anggaran perjalanan dinas sebesar Rp1,1 juta justru hanya mendapatkan Rp500 ribu.

“Inikan dzolim, ini hak orang loh. Kalau memang mau sejumlah uang itu, ya ngomong dari awal,” ucapnya dengan nada kesal.

Tak berhenti di situ, narasumber tersebut juga membeberkan bahwa dana kegiatan di hotel mewah itu diduga diambil dari anggaran pembuatan konten pendidikan.

Baca Juga: Tiga Terduga Calo PTK Non ASN di Disdik Kepri Bungkam, Padahal Sudah Akui Terima Uang

Padahal, sesuai DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran), kegiatan pembuatan konten pembelajaran seharusnya dilakukan di Batam dan menghasilkan output berupa video edukatif. Namun, kegiatan tersebut justru dialihkan untuk meramaikan pelatihan di hotel.

“Harusnya sesuai DPA, itu kan untuk pembuatan konten. Jadi harus ada output konten. Tapi malah dipakai untuk meramaikan kegiatan lain,” tambah staf tersebut.

Lebih parah lagi, meski sejumlah staf sudah menyampaikan keberatan, pimpinan BTIKP tetap bersikeras dengan dalih itu merupakan kebijakan pimpinan.

Informasi lain menyebutkan, anggaran perjalanan dinas ke Batam bahkan tidak ditransfer kepada PPTK, melainkan masuk ke rekening salah satu staf.

Beberapa staf yang tidak termasuk dalam panitia pelatihan juga dipaksa berangkat ke Batam demi memenuhi arahan pimpinan. Padahal, nama mereka tidak tercantum dalam SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas).

“Mereka sebenarnya nggak mau ikut, tapi karena perintah pimpinan jadi terpaksa. Nama mereka tidak ada dalam SPPD, jadi ada subsidi silang dari anggaran pembuatan konten. Setahu saya ada delapan orang yang berangkat kegiatan pelatihan, menggunakan anggaran konten,” pungkasnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi dan klarifikasi kepada Kepala BTIKP Disdik Kepri masih terus dilakukan media ini untuk mendapatkan informasi yang berimbang.

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News