Wisata

Kepri Usulkan Travel Bubble Pariwisata Tiga Negara Sijori

Batam – Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengusulkan pembukaan perbatasan secara terbatas melalui gelembung pariwisata (travel bubble) di tiga daerah di tiga negara Sijori, yaitu Singapura, Johor Malaysia dan Riau Islands (Kepri) Indonesia.

“Kami usulkan agar Sijori dihidupkan kembali, Singapura, Johor dan Riau Islands, terutama dalam kerja sama pariwisata. Apalagi ‘travel bubble’,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar di Batam, Kamis (22/7).

Dispar Kepri menggelar webinar yang diikuti pelaku usaha di tiga negara dan Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Singapura dan Malaysia, untuk mengetahui kondisi di tiga negara dan juga potensi pariwisata.

Selama ini pemerintah Indonesia dan Singapura terus merancang rencana pembukaan perbatasan secara terbatas menggunakan “travel bubble” di Batam, Bintan dan Bali.

Baca juga: Gubernur Ansar Targetkan Vaksinasi 70% Sampai Akhir Juli 2021 di Kepri

Menurut Buralimar, mestinya pemerintah juga membuka perbincangan “travel bubble” dengan Johor di Malaysia, tidak hanya dengan Singapura.

“Karena wisman yang masuk lewat Johor banyak. Setiap hari (sebelum pandemi) ada wisman yang datang ke Kepri terutama ke Tanjungpinang dan Batam,” kata dia.

Ia mengatakan salah satu syarat pembukaan travel bubble adalah penanganan COVID-19, melalui vaksinasi.

“‘Crossborder’ dibuka kalau 70 persen warga sudah divaksin. CHSE dijalankan biar kepercayaan wisman tinggi,” kata dia.

Buralimar optimistis, apabila travel bubble dijalankan, maka akan banyak wisman yang datang ke Tanah Air. Terbukti, dari webinar yang dihardri sekitar 100 orang peserta, menandakan banyak warga Singapura dan Malaysia yang sudah rindu melancong ke Kepri.

Hal itu juga diamini VITO Singapura Sulaiman Shehdek menyatakan kalau travel bubble sudah dijalankan, maka akan banyak warga Singapura yang ingin berlibur ke Kepri

Pegiat pariwisata Sumantri Endang menilai, Kawasan Wisata Lagoi yang paling siap untuk penerapan travel bubble. Kawasan eksklusif di Kabupaten Bintan itu bahkan sudah menyusun berbagai rencana kesehatan dan keamanan dalam penerapannya.

“Yang 100 persen siap adalah Lagoi. Penduduk tidak bercampur dengan tempat wisata. Orang keluar masuk enggak boleh,” tandasnya.

Pewarta: Antara
Editor: Albet

Related Articles

Back to top button