Daerah

Ketua DPRD Bintan mengaku diancam oknum pengacara

Tanjungpinang, Ulasan.co -Ketua DPRD Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Agus Wibowo mengaku dirinya diancam oleh M, yang berprofesi sebagai pengacara, sehingga ia melaporkan kasus itu kepada pihak kepolisian.

Agus, di Polres Bintan, Senin, mengatakan, laporan kepada pihak kepolisian itu terpaksa dilakukan karena mengganggu kehidupannya.

“M mengancam menebas leher saya. Saya khawatir juga dengan keamanan saya. Nanti terjadi sesuatu dengan saya, gimana?,” ucapnya, yang diusung Partai Demokrat.

Agus menceritakan peristiwa pengancaman itu bermula ketika dirinya mengunjungi kediaman Meliyanti, pelapor kasus politik uang yang diduga dilakukan Calon Bupati nomor urut I, Apri Sujadi. Kunjungan itu sebagai bentuk kekhawatirannya terhadap Meliyanti yang kerap dikunjungi oleh orang-orang yang tidak dikenal.

Bahkan pada saat mengunjungi kediaman Meliyanti, terdapat sejumlah orang yang tidak dikenalnya, termasuk M.

“Meliyanti itu warga Bintan. Saya ingin tahu kondisinya, termasuk keluarganya karena kerap dikunjungi orang yang tidak dikenal,” ujarnya.

Video kehadiran Agus di rumah Melianti dua hari lalu itu beredar. Di dalam video itu ada sejumlah orang di kediaman Meli, termasuk Agus dan M.

Agus juga sempat berdialog dengan seseorang di dalam rumah Meliyanti.

“Saya sejak kejadian itu sulit tidur. Saya pikir ini sudah mengganggu kenyamanan dan keamanan hidup saya sehingga harus menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Agus sendiri tidak ingin kasus itu dikaitkan dengan kepentingan politik pilkada. “Saya selama ini lebih banyak diam, tidak bergerak untuk kepentingan pilkada di Bintan,” tegasnya.

Tiga hari lalu, Jhonson Panjaitan, pengacara dari pasangan Calon Bupati Bintan, Alias Wello mendampingi Meliyanti di Bawaslu Bintan. Meliyanti melaporkan dugaan politik uang yang dilakukan pasangan Calon Bupati Bintan Apri Sujadi.

“Kami sudah menerima laporan tersebut, dan menindaklanjutinya sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Ketua Bawaslu Bintan Febriadinata. (Lek).

Related Articles

Back to top button
Close