Kisruh Taksi Online dan Konvensional di Batam, Asparnas Kepri: Mencoreng Aktivitas Parawisata

Perseteruan antara taksi online dan konvensional
Keributan antara taksi online dan bandara di Batam. (Foto: Muhamad Ishlahuddin)

BATAM – Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Kepulauan Riau (Kepri) menilai kisruh antara taksi online dan konvensional di Bandara Hang Nadim mencoreng dunia pariwisata Kepri, khususnya di Kota Batam.

“Permasalahan ini sudah terjadi sudah cukup lama, seharusnya pemerintah daerah segera selesaikan ini,” kata Ketua Asparnas Kepri, Mulyadi Tan, Senin (26/06).

Menurutnya, hal ini hanya masalah komunikasi antara pihak pemerintah dan dua kubu yang saat ini sedang berselisih di Batam.

“Saya sedih juga melihat kejadian ini, sebenarnya kita sudah bosan, permasalahan ini terus berulang,” katanya.

Apalagi konflik ini sampai menganggu tranportasi di bandara. Jangan sampai media luar negeri menyoroti permasalahan tersebut, sehingga membuat wisatawan takut datang ke Kota Batam.

“Masa masalah ini tidak bisa diselesaikan pemerintah daerah? Memang harus tegas dan duduk bersama,” katanya.

Baca juga: Situasi Bandara Hang Nadim Batam Sudah Normal Pasca Bentrokan Dua Kubu Taksi

Sebelumnya, diberitakan taksi online dan pangkalan Bandara Hang Nadim Batam, kembali terlibat bentrokan di kawasan pintu keluar Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, Minggu (25/06).

Keributan dimulai sekira pukul 17.00 WIB hingga pukul 20.15 WIB. Pihak keamanan dari Kepolisian Polresta Barelang dan TNI AU, hingga Ditpam BP Batam turun untuk mengamankan keributan antar keduanya.

Polresta Barelang juga menerjunkan satu unit water cannon guna mengantisipasi bentrok susulan. (*)

Ikuti Berita Lainnya diĀ Google News