KJRI Johor Bahru Evaluasi Program Jiwa, Serahkan Username dan Pasword Website ke Dispar

BATAM – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru menyerahkan username dan password website Program Jiran Istimewa (Jiwa) kepada Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan kabupaten/kota.

Penyerahan akun tersebut dilaksanakan di dalam kegiatan rapat evaluasi Program Jiwa di meeting room Hotel Harris & Suite Nagoya Kota Batam, Kamis 20 November 2025.

Program Jiwa yang bertujuan mempererat hubungan pariwisata serta ekonomi lintas perbatasan antara Kepri dan Johor tersebut sebelumnya telah diresmikan oleh Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura pada Mei 2025.

Baca Juga: Pemprov Kepri Apresiasi BPOM Edukasi Penggunaan Antimicroba

Dalam penerapannya, masyarakat asal Kepri yang berlibur ke Johor akan mendapatkan perlakuan istimewa dari para pelaku usaha sektor wisata yang telah tergabung ke dalam Program Jiwa disana. Hal yang sama juga diberikan oleh pelaku usaha yang bergabung dengan Program Jiwa di Kepri kepada wisatawan asal Johor.

Konsul Jenderal RI untuk Johor Bahru, Sigit S Widiyanto mengatakan sebanyak 147 mitra usaha yang telah bergabung di dalam Program Jiwa.

Adapun mitra yang telah bergabung diantaranya bidang kesehatan yaitu prodia, hotel dan penginapan, rumah makan, restoran, toko suvenir, salon serta usaha lainnya.

“Itu 53 mitra usaha di Kepri, 48 di Riau, 36 di Johor dan 10 di Malaka,” kata Sigit.

Sigit menyampaikan, pelaku usaha tidak harus memberikan sesuatu yang mewah, akan tetapi cukup hal kecil yang tidak memberatkan tapi bisa menyentuh wisatawan.

Dicontohkan Sigit, pelaku usaha di sektor kuliner bisa memberikan pelayanan berupa teh jumbo atau buy one get one khusus kepada wisatawan Johor, usaha salon dan pijat bisa memberikan sedikit tambahan, ataupun hotel memberikan pelayanan khusus saat tamu melakukan chek in dan check out.

“Karena para wisatawan yang datang itu mau mengeksplor semua. Kita mau orang datang dan bertransaksi di tempat kita dan kita harap ini bisa mendorong jumlah wisatawan,” ujarnya.

Selain kedekatan geografis, masyarakat Kepri dan Johor sudah sangat dekat dari sektor budaya, sosial dan ekonomi.

“Kedekatan ini kita kapitalisasi dengan program. Dengan program ini orang yang berkunjung menjadi semakin dihargai,” sambung Sigit.

Baca Juga: Gubernur Ansar Ringankan Beban Kebutuhan Pokok Warga, 2.000 Paket Sembako Disalurkan di Tanjungpinang

Dengan adanya user name dan password yang telah diserahkan maka pelaku usaha yang ingin bergabung dapat langsung mendaftar ke dinas pariwisata, baik Provinsi Kepri ataupun di masing-masing kabupaten/kota.

Oleh karena itu, Sigit mengharapkan Dinas Pariwisata dan seluruh pihak bisa mendukung penuh Program Jiwa agar kunjungan wisatawan dan ekonomi masyarakat ikut meningkat.

“Semua sektor usaha terbuka dalam program ini. Dinas Pariwisata dapat mempromosikan sehingga semakin banyak mitra yang bergabung,” sebut Sigit.

Menurut Sigit, rapat evaluasi dilaksanakan untuk melihat sejauh mana peningkatan kunjungan wisatawan dan mengetahui tanggapan dari para mitra yang telah bergabung dengan Program Jiwa.

“Kita melakukan evaluasi apa yang telah dicapai program ini. Memang usia program ini masih muda dan masih banyak tantangan,” ucapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kepri periode Januari-Agustus 2025 sekitar 1,2 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 300.000 diantaranya berasal dari Malaysia.

“Ini berpeluang untuk kita tingkatkan,” ungkap Sigit.

Sementara Kabid pengembangan ekonomi kreatif Dispar Kepri, Davy Andika menyampaikan, dengan telah adanya username dan password yang diserahkan oleh KJRI Johor Bahru maka akan mempermudah mencari ataupun menerima mitra usaha di setiap daerah untuk bergabung dengan Program Jiwa.

“Untuk saat ini pemerintah harus jemput bola. Apabila nanti sudah bagus maka orang (mitra) akan datang meminta. Jadi Dispar saat ini yang harus menjangkau,” ujarnya.

Menurut Andika, harapan pemerintah terhadap Program Jiwa adalah meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kepri.

“Harapannya semakin banyak transaksi. Untuk benefit UMKM, biar sedikit tapi banyak yang berkunjung, maka perputaran akan semakin bagus,” katanya.

Selain Kepri dan Johor, Program Jiwa juga dilaksanakan di Provinsi Riau dan Malaka. Keempat daerah tersebut memiliki forum bilateral yang digawangi oleh Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD).

Turut ikut dalam kegiatan tersebut Kadisbudpar Kota Batam Ardiwinata, Kadispbudpar Bintan Arif Sumarsono, Kadisbudpar Tanjungpinang Muhammad Nazri, Kadispar Karimun Muhammad Tahar, perwakilan Disbudpar Anambas Rudi Hayadi, Kabid Perencanaan Koordinasi Fasilitasi Kerja Sama BPPD Kepri Yuni Erlizawati, Kaurpenum Humas Polda Kepri Tigor Dabariba SH, perwakilan Kemenpar RI, Konsul Ekonomi I Eftariyadi Badri, Konsul Ekonomi II Mohamad Rizali Noor, serta para pelaku usaha yang tergabung ke dalam Program Jiwa.

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News