Kondisi Muhammad Sani Terus Membaik, Rosnah: Harap Abangnya Bisa Bertemu Anak-Anak

Muhammad Sani
Muhammad Sani saat dijumpai di rumah adiknya, Rosnah. (Foto: Elhadif Putra)

LKARIMUN – Keadaan Muhammad Sani (73) terus membaik setelah kembali ke Kampung Sidomulyo, Kelurahan Tanjungbalai, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Tiga hari suda kembali, tepatnya pada Kamis (07/09). Sani mulai sering berjalan-jalan di depan rumah. Sani dirawat dan tinggal di rumah adiknya Rosnah (66), Kampung Sidomulyo.

Sebelumnya Sani hilang kontak selama 10 tahun dengan keluarga yang ada di Kabupaten Karimun. Bahkan keluarga menyangka Sani telah meninggal dunia.

Sani yang dijumpai, Minggu (10/09), mengaku senang bisa kembali berkumpul dengan adik-adiknya. “Iya senang,” kata Sani yang ditanya tentang perasaannya.

Rosnah mengatakan, Sani belum banyak bicara. Keluarga juga belum banyak bertanya untuk menjaga kondisi mentalnya.

“Belum banyak bicara, kalau ditanya satu dijawab satu. Anak saya juga pesan jangan terlalu ditanya-tanya dulu. Nanti kondisinya malah jadi buruk,” kata Rosnah.

Menurut Rosnah, kakak laki-lakinya itu suka merantau ketika muda. Tubuhnya dulu gemuk, sehingga akrab dipanggil Pak Mok.

Sani pernah menikah dengan wanita asal Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Dari pernikahan itu, Sani memiliki dua anak. Sayangnya Sani dan istri pertamanya itu berpisah.

Diakui Rosnah, keluarga yang ada di Karimun juga sudah lama tidak berkomunikasi dengan anak-anak Sani.

“Nomor anaknya saya ada, tapi sudah lama tak aktif. Anak pertamanya Sopri atau Katan, umurnya sudah 30 sampai 40 tahun. Anak yang kedua saya lupa, dulu masih kecil-kecil,” ujar Rosnah.

Walaupun tidak diungkapkan Sani, namun Rosnah meyakini jika Sani juga rindu anak-anaknya.

“Harapannya, anak-anaknya bisa bertemu dengan dia. Mungkin anak-anaknya masih di Siak,” kata Rosnah.

Setelah berpisah dengan istri pertama, Sani bekerja di Malaysia dan bertemu dengan seorang wanita asal Pulau Jawa bernama Titin.

Di tahun 2013 Sani memutuskan untuk pindah ke Jakarta dan tinggal di Tanjung Priok.

Satu tahun pertama di Jakarta, Sani masih berkomunikasi dengan keluarga di Karimun. Namun, setelah itu keberadaan Sani tidak lagi diketahui rimbanya.

Baca juga: Muhammad Sani Pulang ke Karimun Setelah Dikira Meninggal dan Hilang 10 Tahun

Sekitar tiga bulan yang lalu, Muhammad Sani ditemukan pertama kali oleh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di jalanan Kota Bekasi.

Kondisinya ketika ditemukan cukup memperihatinkan. Sani terpaksa dibawa menggunakan mobil ambulans ke rumah singgah di Bekasi.

Untungnya petugas menemukan fotocopy KTP Sani di dalam tas ransel yang beralamat di Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun. Berdasarkan KTP tersebut Kementerian Sosial RI bisa membawa Sani kembali ke Karimun. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News