DaerahKesra

Mahasiswa UMRAH Tolak Pengalihan Bus ke Terminal Sei Carang

Tanjungpinang, Ulasan.Co – Mahasiswa UMRAH menolak peralihan armada Bus Kampus UMRAH ke Terminal Sei Carang.

Menindaklanjuti surat dari dinas perhubungan kota Tanjungpinang tertanggal 4 Oktober 2019, Seluruh Armada Bus Operasional Mahasiswa UMRAH dialihkan ke terminal sei carang.

Penjemputan mahasiswa yang biasanya dua titik yaitu di Lapangan pamedan dan Bintan Center. Kini dialihkan menjadi satu titik aja yakni Terminal Sei Carang di Bintan Center.

Hal tersebut dilakukan bukannya tanpa alasan. Jelas tertera dalam surat yang dikeluarkan oleh pihak Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang bahwasanya dengan mengingat fungsi Taman dan Lapangan Pamedan adalah sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), bukanlah terminal ataupun sub terminal.

Hal inilah yang mendapat respon negatif dari mahasiswa UMRAH, Serly contohnya mahasiswa administrasi negara UMRAH mengaku kecewa dengan adanya pemberlakuan aturan seperti itu pasalnya, ini akan membuat mahasiswa yang tidak memiliki kendaraan akan sulit untuk berangkat ke kampus.

“Biasanya kami berangkat ke kampus naik bus. Baru aja pindah dari Bintan center ke Pemedan, masa iya pindah lagi. Kami juga tidak ada kendaraan untuk menuju terminal Sei Carang,” ujarnya.

Kekesalan lainnya juga dirasakan oleh Dayat mahasiswa UMRAH Fakultas Ekonomi.

“Sudahlah naik busnya rebutan sampai baju koyak, ini pindah lagi ke Bincen,” tuturnya.

Selain itu ketua HIMA PBSI Muhammad Charuddin juga merespon terkait pengalihan Bus ke Sei Carang.

“Kalau begitu isi surat dari dinas perhubungan, kenapa harus mahasiswa yang di korbankan? Padahal jika dipikir-pikir seharusnya mahasiswa di dukung. Pemberian fasilitas kendaraan atau pendukung lainnya juga merupakan salah satu penunjang proses pendidikan. Kenapa dishub tidak mengusulkan saja ke pemerintah untuk membangun atau menyediakan tempat yang dapat dipergunakan sebagai sarana pendukung transportasi. Misalnya saja dibangunkan sub terminal. Jika mahasiswa yang di korbankan seperti ini rasanya kurang etis dan logis. Terlebih lagi jumlah mahasiswa di daerah pamedan dan sekitarnya semakin hari semakin bertambah,” pungkasnya.

Pewarta: Engesti

Tags

Related Articles

Back to top button
Close