KARIMUN – Bupati Karimun Iskandarsyah secara resmi mencanangkan Masjid Baitul Karim di Kecamatan Karimun sebagai model kolaborasi antara umat dan pemerintah dalam berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Iskandarsyah menegaskan bahwa Masjid Baitul Karim akan menjadi masjid percontohan. Dimana yang tidak hanya aktif di bidang ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan ekonomi umat.
“Contoh bukan hanya dalam hal ibadah. Tetapi juga dalam aksi sosial dan pemberdayaan umat,” tegas Iskandarsyah di hadapan jamaah dan para pengurus baru Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitul Karim.
Baca Juga: Sekolah Lansia Wisuda 123 Peserta di Karimun, Nenek 82 Tahun Jadi Lulusan Tertua
Menurutnya, pengurus masjid perlu memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap kondisi masyarakat sekitar. Ia menekankan bahwa masjid harus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan umat, terutama dalam membantu mereka yang membutuhkan.
Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kabupaten Karimun berencana mengumpulkan seluruh pengurus masjid se-Kabupaten Karimun. Pertemuan besar itu akan menjadi ajang memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan semangat kolaborasi antar masjid.
“Pemerintah daerah juga tengah mendorong program seperti ATM Beras, yang akan menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat kurang mampu melalui masjid,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Karimun akan memperkuat kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Dalam hal pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan pemerintah daerah. Melalui sinergi ini, masjid akan berperan aktif sebagai pusat pembinaan umat yang komprehensif.
“Saya berkomitmen untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan ummat yang komprehensif,” tambah Iskandarsyah dengan tegas.
Sementara itu, Ketua DKM Masjid Baitul Karim yang baru, Raden Vouryno Adi Guntur Sahputra, menuturkan sejarah panjang berdirinya masjid tersebut.
Baca Juga: Ratusan Pejabat Karimun Jalani Tes BKN Batam, Awal Pemetaan Talenta ASN Menuju 2026
Ia menyampaikan bahwa Masjid Baitul Karim merupakan masjid bersejarah yang dibangun oleh Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila (YAMP) pada tahun 1987 atas prakarsa Presiden ke-2 RI, Soeharto.
“Lokasi masjid yang strategis di wilayah transit menjadikannya ramai dikunjungi jamaah. Bahkan sering menerima tamu dari negara tetangga,” ujar Raden Vouryno.
Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan Masjid Baiturrahman, salah satu ikon wisata religi Kabupaten Karimun. Agar dapat lebih dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
“Sinergi Tiga Pilar Manajemen Masjid dengan pelantikan pengurus baru DKM. Diharapkan tiga pilar utama manajemen masjid dapat berjalan baik,” jelasnya.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, pengurus masjid, dan masyarakat, Masjid Baitul Karim kini diharapkan menjadi simbol kebangkitan peran masjid sebagai pusat kemakmuran umat dan pemberdayaan sosial di Kabupaten Karimun.*
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News

















