JAKARTA – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin akhirnya mengumumkan bahwa Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) akan dikerahkan untuk menjaga seluruh kilang dan terminal milik PT Pertamina (Persero).
Selain itu, penjagaan ini akan mulai dilakukan pada bulan Desember mendatang.
Selanjutnya, pengumuman tersebut disampaikan Sjafrie setelah dirinya mengikuti rapat kerja tertutup dengan Komisi I DPR di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
Baca Juga: KPK Akan Bentuk Kedeputian Intelijen, Siap Jadi ‘Mata-Telinga’ Pimpinan untuk Bongkar Korupsi
Pada kesempatan itu, ia awalnya memaparkan mengenai rencana penambahan kekuatan Batalyon Teritorial Pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.
Lebih jauh, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pengamanan aset vital negara.
“Menjaga industri strategis yang mempunyai kaitan dengan kedaulatan negara. Sebagai contoh, kilang dan terminal Pertamina, ini juga bagian yang tidak terpisahkan daripada gelar kekuatan kita,” ujarnya.
Kemudian, Sjafrie memperjelas maksud dari penempatan prajurit di fasilitas milik Pertamina tersebut. Menurutnya, keberadaan TNI AD termasuk dalam kategori pengamanan instalasi strategis yang sangat krusial.
Baca Juga: Inilah 14 Perubahan Besar KUHAP yang Baru Disahkan DPR
“Tugas-tugas pengamanan instalasi strategis, khususnya yang dimiliki oleh Pertamina, ini juga bagian dari OMSP (Operasi Militer Selain Perang) dan ada di dalam revisi Undang-Undang TNI yang 14 pasal itu,” kata Sjafrie.
Tidak berhenti di situ, Sjafrie menambahkan bahwa pelaksanaan pengamanan akan dimulai pada bulan Desember dengan melibatkan personel Angkatan Darat. Selain itu, seluruh aktivitas tersebut akan berada di bawah pemantauan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.
“Untuk bisa mengetahui hal-hal yang mungkin perlu kita ketahui sebagai suatu ancaman yang potensial, yang mungkin muncul sehingga kita bisa mengantisipasi pengamanan secara fisik,” ujar Sjafrie.
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News


















