MKMK Cuma Jatuhkan Sanksi Teguran Terhadap 9 Hakim MK

Ketua Majelis MKMK, Jimly Asshiddiqie. (Foto:Dok/Tangkapan Layar Ulasan,tv)

JAKARTA – Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) cuma menjatuhkan sanksi teguran terhadap 9 hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (07/11/2023) sore.

Sebelumnya, dugaan pelanggaran etik dilaporkan setelah MK memutuskan terkait kepala daerah berumur di bawah 40 tahun bisa maju pilpres.

Ketua Majelis MKMK, Jimly Asshiddiqie pun memutuskan tindaklanjut laporan dugaan pelanggaran yang dimaksud terhadap hakim konstitusi hanya memberikan sanksi hukuman teguran.

“Majelis kehormatan Mahkamah Konstitusi memutuskan menyatakan satu para hakim terlapor secara bersama-sama terbukti melakukan pelanggaran terhadap kode etik dan perilaku hakim konstitusi sebagaimana tertuang dalam Sapta Karsa Utama prinsip kepantasan dan kesopanan,” kata Jimly, Selasa (7/11/2023).

“Dua menjatuhkan sanksi teguran lisan secara kolektif,” kata Jimly dikutip dari tvonenews.

Sebelumnya, Ketua MKMK Jimly Asshiddiqie mengatakan, bahwa seluruh bukti terkait kasus dugaan pelanggaran kode etik oleh MK telah lengkap termasuk keterangan saksi dan ahli.

Seluruh saksi, kata Jimly, telah dimintai keterangan dan MKMK tinggal merumuskan putusan atas 21 laporan yang diterima.

MKMK juga telah memeriksa secara tertutup para hakim konstitusi yang dilaporkan sebelumnya.

Jimly menyebutkan, putusan itu ditetapkan pihaknya setelah melakukan pemeriksaan, mendengar, melihat keterangan para pelapor, terlapor, saksi, serta barang bukti dan dokumen pendukung lainnya.