NATUNA – rintah Kabupaten Natuna terus memperkuat komitmennya dalam melindungi perempuan dan anak.
Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), upaya serius kini difokuskan untuk mewujudkan Natuna sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dan daerah bebas kekerasan terhadap perempuan serta anak.
Baca Juga: RAPBD 2026 Fokus Kemandirian Fiskal, Pemkab Natuna Tingkatkan Pelayanan Dasar
Kepala Dinas P3AP2KB Natuna, Sri Riawati, menegaskan bahwa penanganan kasus kekerasan harus dilakukan secara serius, terukur, dan profesional. Dengan begitu, perlindungan dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke lapisan paling bawah.
“Kami terus berupaya agar setiap kebijakan, program, dan kegiatan di daerah memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak,” jelasnya, Senin 27 Oktober 2025.
Sebagai langkah konkret, Dinas P3AP2KB telah menggelar berbagai pelatihan peningkatan kapasitas bagi aparatur pemerintah dan lembaga layanan.
Tujuannya agar setiap petugas memiliki pemahaman yang sama dan keterampilan yang memadai dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Baca Juga: Warga Natuna Serbu Gerakan Pangan Murah Provinsi Kepri
Selain itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama. Sri menegaskan bahwa persoalan perlindungan perempuan dan anak tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja.
Karena itu, pihaknya terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, hingga aparat penegak hukum.
Kolaborasi ini diyakini mampu membangun sistem perlindungan yang kuat, berkelanjutan, dan berpihak pada korban.
“Kita ingin anak-anak Natuna tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan bahagia. Tidak ada lagi kekerasan fisik, psikis, maupun eksploitasi terhadap perempuan dan anak,” tegasnya.
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News

















