JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan bahwa operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, harus menjadi sinyal keras bagi seluruh kepala daerah agar lebih berhati-hati dalam menjalankan pemerintahan.
Selain itu, Tito menilai peristiwa ini kembali menunjukkan pentingnya pengawasan dan integritas pejabat publik.
Selanjutnya, Tito mengaku belum menerima detail lengkap terkait perkara yang menjerat Ardito. Namun demikian, ia langsung meminta Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendagri, Sang Made Mahendra Jaya, untuk segera menggali informasi lebih dalam mengenai kasus tersebut.
“Nanti saya minta irjen untuk komunikasi sama KPK ya, artinya untuk tahu persoalannya. Tapi ini, saya kira OTT ini juga menjadi warning lagi bagi teman-teman kepala daerah,” ujar Tito, seperti dilansir dari laman Kompas.com.
Baca Juga: Endipat Dorong Kementerian Komdigi Tingkatkan Kinerja, Bukan Kritik ke Pemberi Donasi
Kemudian, Tito menambahkan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait maraknya kasus korupsi yang menimpa para kepala daerah. Ia menegaskan bahwa pembenahan harus dilakukan, termasuk dalam hal proses pemilihan kepala daerah.
Menurut Tito, sistem pilkada langsung ternyata tidak otomatis menjamin kepala daerah bebas dari praktik korupsi.
“Padahal sudah pernah retret kita, ditanamkan wawasan kebangsaan. Jadi bahan evaluasi kita ini kira-kira, termasuk evaluasi mengenai mekanisme rekrutmen kepala daerah,” kata Tito.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa moralitas dan integritas tetap menjadi faktor penentu meskipun sistem telah dibuat sedemikian rupa.
“Ternyata kan Pilkada langsung nggak harus membuat otomatis kepala daerahnya baik,” ucap dia.
Tito kemudian menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh diperlukan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Apakah karena sistem situasinya, tapi ya sebetulnya semua tergantung daripada kepala daerah sendiri integritasnya,” tutur Tito.
OTT Terhadap Bupati Lampung Tengah
Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan OTT di wilayah Kabupaten Lampung Tengah pada Rabu (10/12/2025). Selain itu, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan bahwa penyidik turut menangkap Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya dalam operasi senyap tersebut.
Fitroh menjelaskan bahwa OTT tersebut berkaitan dengan dugaan suap proyek di wilayah Lampung Tengah. Kasus ini bermula dari serangkaian permintaan keterangan yang dilakukan tim KPK kepada sejumlah pihak di Jakarta dan Lampung pada Selasa (9/12/2025).
“Bermula dari permintaan keterangan kepada sejumlah pihak di wilayah Jakarta dan Lampung, pada Selasa (9/12/2025), tim kemudian melakukan kegiatan tertangkap tangan dugaan tindak pidana korupsi di wilayah Kabupaten Lampung Tengah, pada Rabu (10/12/2025),” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.
Selanjutnya, Budi menjelaskan bahwa total lima orang diamankan dalam operasi tersebut, termasuk Bupati Ardito Wijaya.
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News


















