Pedagang Protes Meja Lapak di Pasar Sementara Tak Sesuai

Salah satu pedagang Pasar Baru saat mengambil undian lapak di pasar sementara Jalan Kijang Lama Tanjungpinang, Kepri. (Foto:Ardiansyah Putra/Ulasan.co)

TANJUNGPINANG – Sejumlah pedagang Pasar Baru I dan II tetap saja melayangkan protes kepada Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang soal meja lapak di lokasi pasar sementara.

Pemko Tanjungpinang akan merelokasi pedagang Pasar Baru I dan II, telatnya di belakang kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang Jalan Kijang Lama.

Pedagang Pasar Baru I dan II tak setuju dengan meja lapak di pasar sementara, lantaran dinilai tak sesuai dengan barang yang mereka dagangkan.

Salah satunya yakni pedagang santan, Rida Sabrina, yang ditemui di pasar sementara batu 7 yang ikut hadir untuk mengambil nomor lapak.

Ia mengatakan, meja yang disediakan tak sesuai karena dirinya menjual santan segar yang langsung diparut dan diperas langsung menggunakan mesin.

“Masa kami jual santan dikasih meja jual sayur. Kami disuruh parut di rumah, kemudian perasnya disini. Orang mana mau beli. Takutnya ada yang mikir tak segar atau basi,” kata Rida, Jumat (16/09).

Ia meminta pemerintah kota dalam hal ini Dinas Perdagangan, agar memberikan dirinya kios atau lapak yang sesuai dengan barang jualannya.

“Kami minta dikasih kios, biar mesin parut sama mesin peras bisa dijalankan sekaligus. Tak mungkin kami pulak balik bawa barang berat itu,” ucapnya.

Selain meja yang tak sesuai, ia menyebut, daya listrik yang tersedia tak mencukupi untuk pedagang. Terlebih lagi dirinya yang memerlukan kurang lebih 4.000 watt untuk menjalankan mesin parut.

Baca juga: Pedagang Pasar Baru Khawatir Sepi Pembeli di Lokasi Pasar Sementara

Sampai saat ini Rida masih menunggu solusi yang masih dirembukan oleh Dinas Perdagangan Kota Tanjungpinang, untuk mendapatkan lapak yang sesuai.

Ia mengaku belum mengambil undian meja, lantaran masih menunggu hasil keputusan dari Disdagin Pemko Tanjungpinang soal keluhannya.

“Kami ini belum ambil undian. Kami tunggu dulu dari mereka. Kalau kami ambil nomor undi sekarang. Nanti kami dapat meja sayur,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang lainnya, Abdul Rahim mengatakan, pembagian lapak diundi sesuai nama, bukan berdasarkan jenis jualnya.

Namun menurutnya, meja yang disediakan oleh Pemko tak sesuai bagi dirinya yang berjualan komoditi cabai di Pasar Paru I.

“Lapak sebesar ini mau jual apa kita. Kalau model seperti ini, cuman bisa jual dua atau tiga jenis aja,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang mengatakan, para penjual hanya mendapat satu meja.

Hal itu bertujuan, agar semua pedagang yang direlokasi mendapatkan tempat dan tidak ada yang menyewakan lapaknya ke pedagang lain.

“Mereka kalau punya lebih dari 1 meja disana, disini cuman dapat 1 saja,” pungkasnya.

Untuk total pedagang yang ikut dalam undian lapak berjumalah 550 pedagang, yang terdiri dari pedagang Pasar Baru I dan pedagang Pasar Baru II.

Dari pantauan dilapangan, masih banyak pedagang yang menunggu mendapatkan nomor.

Baca juga: Pasar Baru Tanjungpinang akan Dibangun September, Pedagang Siap-Siap Direlokasi