KARIMUN – Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mulai melangkah serius dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu gebrakan terbarunya adalah penerapan sistem parkir digital di kawasan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, bekerja sama dengan PT Malik Parking Kepri.
Langkah ini bukan sekadar menambah pemasukan daerah, tetapi juga mengubah wajah Pelabuhan Domestik dan Pelabuhan KPK yang selama ini dikenal semrawut menjadi lebih tertata dan modern.
Rapat koordinasi finalisasi kerja sama tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Karimun, Ing. Iskandarsyah, di rumah dinasnya, Kamis 13 November 2025. “Aspek parkir ini penting, bukan hanya untuk meningkatkan PAD, tapi juga agar tata kelolanya lebih rapi dan terukur. Saat ini kondisinya masih cukup kacau,” katanya.
Bupati Iskandarsyah menargetkan kontribusi dari sektor parkir meningkat signifikan dari yang sebelumnya hanya sekitar Rp300 juta per tahun. Ia juga menekankan agar penerapan sistem baru ini tidak menimbulkan pengangguran, khususnya bagi juru parkir yang sudah bekerja.
“Kami minta jangan ada pengurangan tenaga kerja. Justru dengan sistem digital ini, kinerja mereka harus lebih terukur dan profesional,” ujarnya.
Baca juga: 953 Pekerja Rentan Dicover BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Ditanggung Pemda Karimun
Sementara itu, perwakilan PT Malik Parking Kepri, Horas Situmorang, menjelaskan bahwa sistem yang akan diterapkan merupakan Integrated Parking System berbasis digital. Fitur-fiturnya mencakup touchless ticketing, pemantauan CCTV real-time, serta pembayaran tunai dan nontunai.
“Dengan sistem ini, efisiensi dan transparansi pengelolaan parkir akan meningkat. Semua transaksi akan terekam digital,” kata Horas.
Namun, sejumlah masukan dan kekhawatiran turut mencuat dalam rapat, di antaranya permintaan akses prioritas untuk ambulans Balai Karantina Kesehatan, serta potensi gejolak dari pengemudi taksi konvensional yang khawatir pendapatan mereka tergerus oleh tarif parkir baru.
Horas memastikan kedua isu itu telah diantisipasi. “Kami akan berikan akses khusus untuk ambulans dan mencari solusi terbaik bagi para sopir taksi agar tetap nyaman beroperasi,” katanya.
PT Malik Parking Kepri menargetkan operasional penuh sistem parkir digital ini pada akhir 2026, dengan penandatanganan MoU dijadwalkan bulan ini. (*)












