DaerahEkbis

Pelaku Usaha Kecil Terkena Dampak dari Banyaknya Alfamart dan Indomaret di Batam

Batam, ulasan.co – Belum selesai dari wabah Covid -19 yang merugikan pelaku usaha kecil, kali ini maraknya keberadaan ritel modern Alfamart dan Indomaret di Kota Batam mencekik pendapatan masyarakat. Warung Budhe adalah salah satunya, usaha kecil yang terkena dampak dari banyaknya Alfamart dan Indomaret di Batam.

Tak tanggung-tanggung sangking maraknya ritel modern Alfamart dan Indomaret, letaknya pun bersebelahan. Tidak hanya itu, Alfamart dan Indomaret justru berdekatan dengan minimarket yang sudah ada.

Padahal dalam aturan, jarak antara pedagang kecil dan ritel itu diatur agar para pedagang tidak saling sikut. Namun, hal ini tidak berlaku di Batam.

“Harusnya, dilihat dulu daerah sini sudah ada warung apa belum. Jadi, bisa dikasih jarak bangun Alfamart dan indomaretnya,” ujar Pemilik warung yang sering di panggil Budhe, Selasa (23/6).

Terlihat dari pantauan Ulasan.co di daerah Batu Aji, Jodoh, Bengkong, Nagoya memang banyak terlihat Alfamart dan indomaret yang letaknya bersebelahan.

“Memang benar Rezeki sudah ada yang mengatur. Tapi, kalau begini jadi saling bunuh,” ujarnya.

Dikutip dari Batamnews, dalam peraturan perundang-undangan termasuk dalam pengertian “Toko Modern”. Peraturan mengenai toko modern diatur dalam Perpres No. 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern (“Perpres 112/2007”).

Pengertian toko modern menurut Pasal 1 angka 5 Perpres 112/2007 adalah toko dengan sistem pelayanan mandiri, menjual berbagai jenis barang secara eceran yang berbentuk Minimarket, Supermarket, Department Store, Hypermarket ataupun grosir yang berbentuk Perkulakan.

Setiap toko modern wajib memperhitungkan kondisi sosial ekonomi mayarakat sekitar serta jarak antara toko modern dengan pasar tradisional yang telah ada (Pasal 4 ayat (1) Perpres 112/2007).

Pemilik warung lainnya. Trita Tata mengatakan tidak setuju jika akses pembangunan Alfamart dan indomaret dipermudah.

“Tidak setuju. Harusnya, dibatasi. Agar warung-warung kecil tidak termakan persaingan,” ujarnya.

Tata juga menghimbau kepada pedagang kecil lainnya agar bisa membaca pasar dan menjual apa yang tidak di jual di Alfamart dan Indomaret.

“Kita juga tidak boleh buta membaca peluang, harus bisa membaca pasar, apa yg diinginkan konsumen, beri pelayanan yg ramah juga, jual apa yang sekiranya belum ada di toko-toko tersebut,” tutupnya.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close