Pemda Karimun Tancap Gas, 71 Titik Infrastruktur Koperasi Merah Putih Mulai Dibangun

Rapat koordinasi percepatan pembangunan proyek infrastruktur Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). (Foto: Hairul S)
Rapat koordinasi percepatan pembangunan proyek infrastruktur Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). (Foto: Hairul S)

BINTAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun kini bergerak cepat, karena mereka mempercepat pembangunan fisik infrastruktur di 71 titik Koperasi Merah Putih (KMP) yang tersebar di desa dan kelurahan.

Bupati Karimun Iskandarsyah memimpin rapat koordinasi untuk mengurai seluruh hambatan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan, Jumat 5 Desember 2025.

Dengan langkah itu, Pemda ingin memastikan setiap proses berjalan tanpa kendala berarti.

Proyek ini berjalan semakin masif, karena Pemda Karimun berkolaborasi langsung dengan Pemerintah Pusat. Selain itu, proyek KMP juga melibatkan TNI sebagai leading sektor pembangunan.

Baca Juga: Sekretariat FPK Karimun Diresmikan, Siap Beri Kontribusi Bagi Ketahanan Nasional

Dalam rapat tersebut, Bupati Iskandarsyah menjelaskan bahwa pihaknya terus memetakan kendala teknis. Selain itu, mereka juga menampung usulan mekanisme pembangunan di daerah 3T yang memiliki jumlah penduduk lebih sedikit.

Namun demikian, fokus terbesar Pemda saat ini adalah menuntaskan kesiapan lahan. Dengan begitu, pembangunan fisik utama bisa berjalan lancar tanpa penundaan.

Selain itu, Pemda juga menyiapkan dana dukungan untuk menghadapi tantangan topografi, seperti kebutuhan cut and fill, penimbunan, hingga pembangunan lahan rawa yang memerlukan tiang pancang.

“Pembangunan infrastruktur Koperasi Merah Putih dibangun oleh pemerintah pusat melalui leading sector TNI. Sementara Pemda menyiapkan lahan dan dana dukungan. Karena nanti tinggal bangun saja, tapi kalau misal ada cut and fill, penimbunan, itu tugas kita Pemda nanti,” ucapnya.

Baca Juga:  TPP ASN Karimun 2026 Dipastikan Turun, Ini Penyebabnya!

Saat ini, dua lokasi Koperasi Merah Putih sudah mulai dikerjakan, yakni di Kelurahan Darussalam dan Teluk Uma. Dengan langkah ini, Pemda ingin memastikan progres awal berjalan sesuai rencana.

Setiap bangunan KMP dirancang cukup besar. Selain itu, bangunan utama memiliki luas 600 meter persegi, sementara area parkir mencapai 400 meter persegi. Secara total, setiap titik pembangunan membutuhkan lahan sekitar 1.000 meter persegi.

Dengan total 71 titik pembangunan, percepatan dan konsolidasi menjadi hal yang sangat krusial. Karena itu, Bupati Iskandarsyah kembali menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi untuk mengebut seluruh tahapan pekerjaan.

“Target penyelesaian secepat-cepatnya, makanya kita perlu koordinasi untuk percepatan. Mudah-mudahan seluruhnya bisa selesai di 2026,” harap Iskandarsyah.

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News