BATAM – Pemerintah Kota Batam memulai rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Batam ke-196 dengan melaksanakan ziarah ke Makam Nong Isa (Raja Isa) dan zuriat keturunannya di Kampung Nongsa Pantai, Kelurahan Sambau, Jumat 12 November 2025.
Ziarah yang dilakukan bersama zuriat keturunan Nong Isa serta masyarakat setempat ini menjadi agenda rutin setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah awal Batam berdiri pada zaman kerajaan Riau-Lingga dulu.
Rangkaian kegiatan diawali dengan jamuan adat, di mana Wali Kota Batam dan Wakil Wali Kota Batam berinteraksi dengan para zuriat dan masyarakat di kawasan Masjid At-Taqwa. Usai prosesi adat, rombongan melanjutkan ziarah ke makam Nong Isa dan istrinya.
Dalam keterangannya, Wali Kota Batam menjelaskan bahwa ziarah ini memiliki makna historis penting. Ia mengungkapkan, berdasarkan arsip nasional yang telah dikonversi dari bahasa Arab-Melayu ke huruf Latin dan catatan belanda, Nong Isa atau Raja Isa secara resmi ditugaskan memerintah Nongsa melalui surat perintah yang dikeluarkan atas nama Sultan Abdul Rahmansyah dan Yang Dipertuan Muda Raja Ja’far pada 18 Desember 1829.
“Dari dasar sejarah itu, hari jadi Kota Batam ditetapkan dan tahun ini usia Batam telah mencapai 196 tahun. Momentum ini menjadi refleksi perjalanan sejarah untuk kita jadikan acuan dalam membuat lompatan kemajuan ke depan,” ujarnya menyampaikan.

Selain ziarah, sejumlah agenda lain juga telah dijadwalkan dalam rangka memeriahkan hari jadi, antara lain upacara peringatan, Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Batam, malam penganugerahan Madani, Batam Bersepeda, serta Pawai Budaya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mengaku bangga dapat mengikuti kegiatan ziarah tersebut. Ia menilai kegiatan ini penting untuk terus dilestarikan.
“Pak Wali banyak tahu sejarahnya, saya pun masih terus belajar. Tetapi bagi saya acara ini sangat bagus dan saya bahagia dapat ikut. Tadi saya juga sampaikan ke Pak Wali bahwa acara seperti ini harus terus ada supaya anak-anak muda mengetahui sejarah kota Batam. Kita tidak boleh melupakan sejarah,” ujarnya.
Ziarah ini menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Batam ke-196.


















