Penjual Layang-Layang Motif di Tanjungpinang Raup Untung di Musim Kemarau

Penjual layang-layang
Penjual layang-layang motif di Jalan Ganet, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. (Foto: Ardiansyah)

TANJUNGPINANGPedagang layang-layang musiman di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, meraup keuntungan banyak saat memasuki musim panas dan berangin.

Salah seorang pedagang layangan , Eko mengatakan, kecintaan dan hobi dalam bermain layang-layang menjadi dasar dirinya menjual layangan motif di Kota Tanjungpinang.

“Awalnya karena hobi waktu kecil, jadi kepikiran untuk membuat layangan motif,” kata Eko, Sabtu (16/09).

“Saya lihat di Tanjungpinang sedang musim layang-layang, jadi saya bikin saja usaha jual layangan, sambungnya.

Ia mengaku sudah mau satu tahun dirinya menjual layangan berbagai motif dan menjajakannya di Dompak dan Jalan Bandara.

Eko menyebut ada berbagai motif layangan yanh dijual mulai dari bentuk elang, burung, pesawat tempur, hingga layangan motif hantu.

“Paling besar ukuran dan panjang 1,5 hingga 3 meter. Kebetulan saya bikin sendiri, untuk mengisi kekosongan, saya jual di hari Sabtu dan Minggu,” ucapnya.

Menurutnya, pembuatan layangan motif sedikit sulit dikarenakan bambu di Kota Tanjungpinang dengan bambu di Jawa sangat berbeda tekstur.

“Jadi, kita harus teliti membengkokan untuk membuat layang-layang motif,” jelasnya.

Baca juga: Event Gerak Jalan Bawa Keuntungan Bagi Kedai Kopi dan Pedagang Kaki Lima

Ia menyebut, harga layangan motif yanh dirinya jual beragam, dari Rp6000 hingga Rp100.000 untuk layangan yang dipesan secara khusus.

“Harganya beda-beda mas, kalau yang kecil dijual Rp 6 ribu, ukuran sedang Rp 15.000 sampai Rp 20.000, terus yang layangan custom harganya Rp 65.000 – Rp 100.000,” tuturnya.

“Dalam satu hari gak nentu dapat jual berapa, tapi rata-rata itu saya jual sampai 10 lembar layang-layang,” pungkasnya. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News