Pertumbuhan Ekonomi Anambas dan Natuna Minim Dibawah 1 Persen, Ini Penyebabnya

BPS Kepri saat menggelar rapat dengan Gubernur Kepri untuk menyampaikan data terkait pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten/kota di Kepri. (Foto:Ardiansyah Putra/Ulasan.co)

TANJUNGPINANG – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Anambas dan Natuna masih minim dibawah 1 persen, dibandingkan daerah lainnya di Kepulauan Riau (Kepri) berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyampaikan, Kabupaten Anambas dan Natuna pertumbuhan ekonominya masih relatif minim. Pertumbuhan ekonomi Anambas hanya 0,62 persen dan Natuna 0,69 persen.

Menurut Ansar, hal itu dikarena terjadinya flugtuatif harga minyak dan harga gas di dua kabupaten tersebut.

“Mudah-mudahan ini menjadi pemicu semangat kita, untuk terus mendorong dunia usaha dan masyarakat menghasilkan produk domestik ke depan lebih besar,” kata Ansar saat ditemui di Kantor BPS Kepri, Jumat 1 Maret 2024.

Ansar menturukan pada pertumbuhan ekonomi di tahun 2023, Provinsi Kepri menduduki posisi tertinggi di wilayah Sumatera. Capai itu berkat pertumbuhan ekonomi, yang semakin meningkat di kabupaten/kota di Provinsi Kepri.

Kendati demikian, lanjutnya, Kota Batam masih mendominasi peningkatan perekonomian dengan mencapai 7,04 persen.

Selanjutnya diikuti kabupaten/kota seperti Kabupaten Bintan mengalami peningkatan 2 persen, dimana sebelumnya 4,4 persen sekarang ini 6,14 persen.

Begitu juga Kabupaten Karimun juga alami peningkatan menjadi 5,50 persen, disusul Kota Tanjungpinang 4,92 persen, dan Kabupaten Lingga 4,30 persen.

Lebih lanjut ia menyebut, ada beberapa indikator pendukung ekonomi seperti harga dasar atau nilai tukar petani juga berada diatas angka 100 rata-rata nasional.

“Kita akan eksplor lagi, apa saja kebijakan-kebijakan yang perlu di intervensi, agar harga dasar petani bisa terus mengalami peningkatan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Kepri, Darwis Sitorus menjelaskan, peningkatan ekonomi di tahun 2023 di Kota Batam masih mendominasi.

“Peningkatan perekonomian disana secara umum dari dukungan kegiatan kontruksi dan Industri,” ujar Darwis.

Darwis menambahkan, Kabupaten Anambas dan Natuna masih di bawah satu persen. Hal itu akibat adanya penurunan produksi Migas.

“Kalau seandainya itu dikeluarin, bisa mencapai 5 sampai 6 persen pertumbuhan ekonomi disana,” katanya mengakhiri.