PHRI Kepri Minta Pemerintah Tinjau Ulang Tarif Pajak Hiburan 40-75 Persen

Kampung Bule Batam
Suasana kawasan hiburan malam Kampung Bule, Nagoya, Kota Batam. (Foto: Irvan Fanani)

Tidak hanya itu, lanjut Yeyen, kenaikan pajak hiburan ini akan memengaruhi jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Kota Batam. Di sisi lain, dikhawatirkan para investor juga akan berpikir ulang untuk membuka potensi bisnis hiburan di Indonesia.

“Dari lima negara di ASEAN, kita [Indonesia] sekarang jadi negara dengan tarif pajak hiburan yang paling tinggi. Negara Philipina tarif pajak hiburannya 18 persen, Singapura 9 persen, Malaysia 6 persen dan Thailand 5 persen,” ujarnya.

“Kami berharap pemerintah harus meninjau ulang pajak hiburan ini serta memberikan sosialisasi sehingga para pelaku usaha mengetahui dasar dari penentuan pajak hiburan. Kami khawatir ke depan wisatawan mancanegara lebih memilih ke negara lain dibandingkan ke Indonesia,” jelasnya. (*)

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News