Polemik Amsakar Achmad dan NasDem, Pengamat: Masyarakat Akan Simpati ke Sosok Terpinggirkan

Amsakar Achmad
Amsakar Achmad. (Foto: Irvan Fanani)

BATAM – Polemik internal Partai Nasional Demokrat (NasDem) memasuki babak baru dengan beredarnya surat pengunduran diri Amsakar Achmad sebagai kader dan Ketua DPD Partai NasDem Kota Batam.

Permasalahan ini menjadi sorotan publik mengingat Amsakar adalah kader Partai NasDem yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Batam.

Menyoroti hal tersebut, pengamat politik sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau Kepulauan (Unrika), Rahmayandi Mulda mengatakan, meskipun isu internal Partai NasDem sedang hangat diperbincangkan, hal tersebut tidak begitu berpengaruh terhadap elektabilitas partai dalam Pilkada Batam 2024 mendatang.

Menurutnya, fokus utama Pilkada lebih pada figur calon yang akan maju, serta kompetensi dan kekuatan politik yang mereka miliki.

Rahmayandi menyebutkan, Amsakar dengan posisinya saat ini yang terpinggirkan dan jarang muncul di hadapan publik, mungkin akan memunculkan simpati dari masyarakat pemilih yang rasional. Kehilangan peran yang jelas dalam pemerintahan Batam membuat banyak orang mempertanyakan nasibnya sebagai wakil di pemerintahan saat ini.

“Karakteristik masyarakat kita cenderung untuk menaruh simpati terhadap sosok yang terpinggirkan, terutama jika sosok tersebut memiliki potensi dan figur di Kota Batam,” ujar Rahmayandi, Sabtu 11 Mei 2024.

Ia menjelaskan, semakin banyak orang membicarakan sebuah figur di ruang publik, akan berpengaruh pada elektabilitasnya. Terutama jika pembahasan tersebut tidak bersifat negatif, melainkan memunculkan simpati dan perhatian dari masyarakat.

“Apalagi jika yang beredar di ruang publik itu perihal peran dan tanggungjawabnya di pemerintahan yang semakin terpinggirkan. Tentu hal ini akan menarik simpati baik dikalangan pemerintahan maupun masyarakat,” ujarnya.

Rahmayandi juga menilai karakteristik masyarakat Batam saat ini yang memiliki pemahaman pendidikan politik yang baik, maka tentu akan menolak politik dinasti, berbeda halnya dengan pemilih simpatisan dan pemilih yang masih gamang (swing voters) yang biasanya kurang peduli dengan politik dinasti.

“Semuanya tergantung daripada pemahaman pendidikan politik yang dimiliki,” ucapnya.

Baca juga: Tim Relawan Amsakar Ditolak NasDem saat Ambil Formulir Bacalon Wali Kota Batam

Baca juga: Partai NasDem Kepri Sebut Belum Terima Surat Pengunduran Diri Amsakar Achmad

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) merespons soal pengunduran diri Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kota Batam, Amsakar Achmad.

Sekretaris DPW Partai Nasdem Kepri, Muhammad Kamaluddin mengaku pihaknya belum menerima surat pengunduran diri Amsakar sebagai anggota dan Ketua DPD Nasdem Kota Batam itu.

Kamaluddin menyarankan agar hal tersebut ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan.

“Kalau mau tahu soal itu tanya ke beliau. Karena kami di DPW tidak dikasih tembusan. Jadi kami tidak tahu,” ujarnya, Rabu 8 Mei 2024.

Kamaluddin juga mengaku baru mengetahui informasi tersebut dari awak media.

“Saya malahan tahu dari wartawan.Tapi ternyata memang sudah beredar (surat pengunduran diri). Sepertinya surat itu tidak dikirim tembusannya, kalau dikirim kami pasti dapat,” kata Kamal. (*)

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News