Polsek Bukit Bestari Pasang Imbauan Waspada Buaya di Kampung Kolam Sei Jang

Polsek Bukit Bestari Pasang Imbauan Waspada Buaya
Kapolsek Bukit Bestari AKP Yuhendri turut memasang plang imbauan di Kampung Kolam, Kelurahan Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. (Foto: Muhammad Bunga Ashab)

TANJUNGPINANG – Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Bestari bersama Seksi Konservasi Wilayah II Batam, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Riau memasang empat plang imbauan terkait keberadaan buaya di Jalan Salam, Kampung Kolam, Kelurahan Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (29/09).

Imbauan itu berisi larangan mandi di sungai, makanan buaya adalah ikan maka dilarang membuang isi perut ikan dan membuang sisa makanan kw sungai. Terakhir, berhati-hati dan tetap waspada saat beraktivitas di perairan, terutama pada sore dan malam hari.

“Kebetulan Minggu lalu ada warga diterkam buaya dan mengalami luka-luka, kita sering patroli di Sei Jang, kita minta masyarakat untuk hati-hati,” kata Kepala Polsek Bukit Bestari AKP Yuhendri.

Yuhendri mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di perairan. “Di sini banyak buaya, makannya kita imbau masyarakat tetap waspada. Ada empat plang yang dipasang,” ujarnya.

Di lokasi, Polisi Kehutanan Penyelia, Seksi Konservasi Wilayah 2 Batam, Balai Besar KSDA Riau, Aprianto Kurniawan mengatakan, di Sungai Jang bisa disebut sebagai habitat buaya. Ia menuturkan, diperkirakan di Sungai Jang ada puluhan ekor buaya. Ia tidak menganjurkan ke masyarakat untuk menangkap buaya tersebut.

“Kita minta masyarakat dapat menaati imbauan yang dipasang. Di sini manusia berdampingan dengan buaya,” ujarnya.

Lanjut, kata dia, untuk titik satwa konflik buaya sebanyak 25 titik di Pulau Bintan. “Prioritas di Sungai Jang dan Tembeling, bukan berarti di titik lain tidak dipantau. Memang agak banyak di lokasi tersebut,” ujarnya.

Baca juga: Nelayan Sei Jang Tanjungpinang Diterkam Buaya 3 Meter

Sementara itu, Ketua Pemuda Kampung Kolam, Eka Amirsa mengatakan, sejak kejadian warga diterkam buaya, masyarakat banyak yang khawatir turun ke laut.

“Kami  berterima kasih kepada polisi telah pasang plang. Anak-anak di sini jadi tahu agar warga lebih hati-hati lagi,” katanya.

“Buaya di sini sering muncul, biasanya yang ukuran tiga meter. Selama ini baru itu kejadian diterkam buaya,” pungkasnya. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News