Prabowo Bikin Gebrakan, Mahasiswa Kedokteran Indonesia Bakal Dikirim Belajar ke Selandia Baru

Ilustrasi - Presiden Prabowo Subianto berencana mengirim lebih banyak mahasiswa Indonesia untuk belajar Ilmu Kedokteran dan Kedokteran Gigi di Selandia Baru. (Foto: freepik)
Ilustrasi - Presiden Prabowo Subianto berencana mengirim lebih banyak mahasiswa Indonesia untuk belajar Ilmu Kedokteran dan Kedokteran Gigi di Selandia Baru. (Foto: freepik)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor kesehatan nasional. Ia berencana mengirim lebih banyak mahasiswa Indonesia untuk belajar Ilmu Kedokteran dan Kedokteran Gigi di Selandia Baru.

Langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dokter dan dokter gigi yang masih sangat besar di dalam negeri.

Prabowo menyampaikan hal tersebut usai melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Christopher Luxon, di sela-sela kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 di Gyeongju, Korea Selatan.

Baca Juga: Purbaya Pamer Topi Bertuliskan 8%, Target Ekonomi Presiden Prabowo

“Mau kerja sama di bidang pertanian, pendidikan. Kita ingin juga kirim lebih banyak mahasiswa untuk belajar kedokteran dan kedokteran gigi. Kita sangat butuh dokter dan dokter gigi,” kata Prabowo, Selasa 4 November 2025, dilansir dari laman Kompas.com.

Melalui kerja sama tersebut, Prabowo berharap akan lahir tenaga medis berkualitas internasional yang mampu meningkatkan layanan kesehatan di Indonesia.

Datangkan Guru dari Selandia Baru

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga mengungkapkan rencana mendatangkan guru dari Selandia Baru untuk mengajar bahasa Inggris di Indonesia. Upaya ini dinilai penting agar generasi muda Indonesia semakin siap bersaing di tingkat global.

Prabowo menuturkan bahwa Indonesia dan Selandia Baru selama ini telah menjalin kerja sama yang erat di berbagai bidang, terutama pertanian dan pendidikan.

Selain membahas pendidikan, Presiden juga menyinggung peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara.

Ia menilai hubungan yang kuat di sektor ekonomi dapat membuka peluang investasi baru dan memperkuat posisi Indonesia di kawasan Asia Pasifik.

Indonesia Krisis Dokter

Masalah kekurangan dokter di Indonesia sebelumnya sudah pernah disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo. Dalam Sidang Kabinet Paripurna memperingati satu tahun kepemimpinannya, ia menegaskan bahwa Indonesia masih mengalami defisit besar tenaga medis.

“Kita tahu dokter umum saja kita kekurangan, kekurangan kita sangat besar. Kalau tidak salah kekurangan kita di atas 140 ribu dokter, kita kekurangan di atas 140 ribu dokter. Kita juga kekurangan (dokter) spesialis, juga ribuan spesialis yang kita kurang. Ini PR,” kata Prabowo.

Oleh karena itu, pengiriman mahasiswa kedokteran ke luar negeri menjadi solusi jangka panjang untuk menyiapkan generasi dokter baru yang kompeten dan siap mengabdi di tanah air.

Perkuat Hubungan Strategis

Langkah Prabowo ini bukan kali pertama dilakukan. Setahun sebelumnya, pada KTT APEC 2024 di Peru, Prabowo juga bertemu dengan PM Selandia Baru Christopher Luxon dan menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan strategis antarnegara.

Dalam berbagai kesempatan, Prabowo selalu menyebut Selandia Baru sebagai sahabat sekaligus mitra strategis penting bagi Indonesia.

Kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan ini diharapkan mampu mendorong kemajuan sumber daya manusia serta mempererat hubungan diplomatik kedua negara.*

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News