Prodi Kimia UMRAH Sosialisasikan Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Alternatif

Eka Putra Ramdhani saat melakukan sosialisasi tentang pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar. (Foto: dok prodi Kimia UMRAH)
Eka Putra Ramdhani saat melakukan sosialisasi tentang pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar. (Foto: dok prodi Kimia UMRAH)

TANJUNGPINANG – Tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Kimia Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) sukses menggelar sosialisasi pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif.

Inovasi ramah lingkungan ini, digadang-gadang sebagai solusi energi terbarukan berbasis bank sampah yang berlangsung pada Senin (3/11/2025) di Sei Ladi, Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang.

Dalam kegiatan tersebut, tim UMRAH melibatkan perangkat desa dan kelurahan, pengurus bank sampah, mahasiswa, hingga masyarakat sekitar. Suasana sosialisasi berlangsung aktif dan penuh antusiasme.

Baca Juga: LPPM UMRAH Mengajarkan Penyusunan Bahan Ajar Berbasis AI ke Guru SMPN 1 Bintan Timur

Ketua tim penelitian sekaligus dosen Kimia UMRAH, Eka Putra Ramdhani, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara akademisi dan masyarakat.

Tujuannya adalah mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar sekaligus memperkuat ekonomi sirkuler yang ramah lingkungan.

“Pentingnya inovasi lokal dalam menghadapi masalah global, terutama sampah plastik yang kian menumpuk dan kebutuhan energi yang terus meningkat,” kata dia.

Eka menegaskan, melalui teknologi pirolisis, masyarakat dapat memahami proses mengubah plastik menjadi bahan bakar. Dengan begitu, warga bisa memilah sampah yang bernilai ekonomis dan sekaligus memperoleh manfaat finansial dari limbah rumah tangga.

“Kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik yang ramah lingkungan serta memberikan keterampilan praktis dalam mengubah sampah menjadi sumber energi alternatif,” ucapnya.

Baca Juga: FKIP UMRAH Jadi Tuan Rumah FORKOM FKIP se-Indonesia 2025, Hadirkan 34 Kampus dan Dua Universitas Luar Negeri

Selain itu, Eka menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi langkah awal untuk membangun sistem bank sampah modern.

Bank sampah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat menabung sampah, tetapi juga sebagai pusat inovasi energi terbarukan di tingkat desa.

“Semoga program ini dapat menjadi contoh nyata bagaimana sampah plastik yang selama ini dianggap masalah. Serta dapat berubah menjadi peluang ekonomi dan solusi energi bagi masyarakat menuju masa depan yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News