PSI Kecewa MK Tolak Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Francine Widjojo saat berada di Gedung MK, Senin (16/10/2023). (Foto:Doc/Istimewa)

JAKARTA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan kekecewaannya, setelah Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan batas usia calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) 35 tahun.

Kekecewaan itu diluapkan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Francine Widjojo, Senin (16/10/2023).

Namun PSI belum menyerah, dan upaya gugatan itu akan ditempuh dengan menembus parlemen DPR RI setelah MK menyatakan resmi menolak materi gugatan tersebut.

“Meskipun kami kecewa ya, tentu ya karena permohonan ditolak. Tapi bagaimana pun kami sangat menghargai putusan dari MK tersebut,” kata Francine Widjojo, usai sidang putusan di Gedung MK, Jakarta Pusat, Senin (16/10/2023).

Baca juga: Gugatan PSI Soal Batas Usia Capres-Cawapres Ditolak MK

Meski ditolak, Francine turut mengapresiasi sidang MK karena ada salah satu Hakim Konstitusi yang memiliki pendapat serupa dengan PSI.

“Doakan PSI bisa masuk parlemen, supaya kamu bisa lebih leluasa lagi memperjuangkan hak konstitusi anak muda termasuk salah satunya melalui revisi UU Pemilu,” tambah dia.

Sebelumnya, MK memutuskan menolak seluruh permohonan terkait uji materi Pasal 169 huruf q Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu), terkait batas usia minimal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada Senin (16/10/2023).

Putusan MK tersebut terkait perkara Nomor 29/PUU-XXI/2023, yang sebelumnya diajukan atas nama PSI. Sebelumnya, PSI dalam petitumnya itu, meminta batas usia capres-cawapres diubah menjadi 35 tahun.