KARIMUN – Sebanyak 42 petarung siap menggebrak panggung Putri Kemuning Costal Area dalam ajang Karimun Fighter For Glory pada Minggu, 23 November 2025 pukul 16.00 WIB.
Ketua Panitia Pelaksana Guntoro Tjokroatmodjo, mengatakan, kegiatan ini telah berevolusi dari konsep lokal menjadi magnet bagi para fighter.
Total 21 partai sengit akan mempertemukan atlet-atlet terbaik dari Karimun dan Batam dengan jumlah keseluruhan peserta mencapai 42 orang.
Baca Juga: Pemkab Karimun Kucurkan Rp2 Miliar untuk Bangun Gedung Baru BNNK 2026
Awalnya, ajang Karimun Fighter For Glory dirancang sebagai kompetisi domestik. Namun, tingginya antusiasme dan apresiasi dari berbagai pihak membuat jangkauan acara ini meluas, bahkan menarik minat peserta dari kota tetangga.
“Awalnya konsep kami hanya lokal Karimun, tetapi karena antusias yang cukup tinggi, bahkan diikuti peserta dari Batam,” ujar Guntoro.
Ia menambahkan, pihak yang terlibat memandang kejuaran ini dengan rasa ‘respect’ yang tinggi.
“Jadi antusias cukup tinggi. Bahkan peserta dari Batam juga ikut berpartisipasi di ajang ini,” tegasnya.
Ajang Karimun Fighter For Glory bukan sekadar tontonan, lebih dari itu adalah untuk melahirkan atlet berprestasi. Event ini secara khusus melibatkan tiga cabang olahraga (cabor) kombat yakni Muay Thai, Kick Boxing dan Wushu.
Guntoro menjelaskan bahwa event ini memiliki misi yang lebih besar yaitu menjadi panggung seleksi menuju Porprov Kepri.
Baca Juga: Jeritan Pembudidaya Ikan Air Tawar di Karimun: Pakan Mahal, Produksi Macet
“Kami menjadikan ajang seleksi menjelang persiapan Porprov bahkan PON. Artinya, lewat ajang ini menjadi wadah menyeleksi, makanya kita berkolaborasi,” ujar Guntoro menjelaskan.
Selain kategori cabor utama, menurut dia ajang ini menghadirkan kelas Boxing Influencer untuk menambah daya tarik.
Sekretaris Umum KONI Karimun, Ferry menyambut baik pelaksanaan ajang pertarungan ini, terutama karena ini sudah menjadi kali keempat dilaksanakan, menunjukkan konsistensi dan potensi yang besar.
“KONI mendukung sepenuhnya kegiatan seperti ini. Kami juga akan berkolaborasi dengan Pemerintah maupun swasta,” kata Ferry.
Ia melihat bahwa antusiasme para pemuda sangat tinggi terhadap combat sport, menjadikannya tempat ideal untuk mencari bibit atlet.
“Makanya untuk melahirkan atlet seperti untuk seleksi Porprov itu dimulai dari sini. Bisa dilihat animo, terutama anak-anak muda itu sangat tinggi sekali,” tuturnya.
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News

















