Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Digelar di Tanjungpinang

Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Digelar di Tanjungpinang. (Foto: Boston)

TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting yang disinergikan dengan Rapat Konsolidasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Lantai 3, Kantor Wali Kota Tanjungpinang. Kegiatan ini dihadiri lintas sektor dari berbagai instansi terkait.

Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Pemko Tanjungpinang, Muhammad Yatim menyebut rapat ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui percepatan penurunan angka stunting. Rapat ini menjadi wadah koordinasi antar pemangku kepentingan yang selama ini sulit bertemu secara langsung.

“Rapat ini sangat penting karena menjadi tempat kita merekap kondisi stunting di Tanjungpinang serta mengevaluasi langkah yang akan ditempuh ke depan,” ujarnya, Kamis, 27 November 2025.

Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Digelar di Tanjungpinang. (Foto: Boston)

Yatim berharap rapat semacam ini dapat dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk evaluasi berkala, sekaligus penguatan komitmen seluruh pihak dalam menekan angka stunting di daerah.

Menurutnya, keberhasilan penurunan stunting menjadi salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pimpinan daerah, mulai dari Wali Kota hingga jajaran di tingkat kecamatan dan kelurahan, menunjukkan perhatian serius terhadap program ini.

Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Digelar di Tanjungpinang. (Foto: Boston)

Hasil pertemuan tersebut akan dituangkan dalam berita acara dan dibagikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai pedoman tindak lanjut program.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB Dinas Kesehatan PPKB Kota Tanjungpinang, drg. Dewi Andriani, mengatakan bahwa program Keluarga Berencana (KB) memiliki kaitan erat dengan pencegahan stunting sejak dini.

Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Digelar di Tanjungpinang. (Foto: Boston)

“Dengan pengaturan jarak kelahiran melalui program KB, ibu dapat lebih fokus dalam mengasuh dan memenuhi kebutuhan gizi anak,” jelasnya.

Dewi menyebut saat ini terdapat 81 Tim Pendamping Keluarga yang aktif mendampingi masyarakat. Ke depan, pendampingan tidak hanya difokuskan pada baduta, tetapi juga akan diperluas kepada calon pengantin dan ibu hamil.

Selain penurunan angka stunting, meningkatnya kunjungan ke posyandu juga menjadi indikator penting keberhasilan program percepatan penurunan stunting di Kota Tanjungpinang.