Revitalisasi Pulau Penyengat Selesai Dikerjakan, Gubernur Kepri Gelar Syukuran

Pulau Penyengat
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat menggelar syukuran di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. (Foto: Ardiansyah Putra)

TANJUNGPINANG – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menggelar syukuran atas selesainya revitalisasi Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Senin (06/03).

Ansar mengatakan, revitalisasi tahap pertama baru saja diselesaikan, kemudian tahap duanya akan segera dilaksanakan.

“Membangun ini bukan hanya membangun fisik saja, tapi kita juga membangun akhlakul karimah,” kata Ansar di Pulau Penyengat.

Ia menambahkan, dengan adanya revitalisasi Pulau Penyengat, menjadi pemicu Heritage Tourism untuk menjaga peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di Penyengat.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi trigger untuk tourism kita. Kita punya khazanah kekayaan dan perlu mempromosikan ini keluar,” sambungnya.

Pulau Penyengat merupakan salah satu pusat peradaban Melayu, baik bidang bahasa maupun kebudayaan.

Revitalisasi pulau Penyengat, lanjut Ansar, pada tahun 2022 menelan anggaran Rp 20,8 miliar yang terdiri dari dana APBN Rp15 Miliar dan APBD Kepri sebesar Rp5,8 Miliar.

Pembangunan berasal dari dana APBD Kepri tahun 2022 sebesar Rp. 5,8 miliar tersebut telah selesai pekerjaan Revitalisasi Masjid Raya Sultan Riau Penyengat dengan rincian pekerjaan persiapan, kubah masjid dan rooftop menara masjid, bangunan utama masjid, tempat musafir (dua gedung), pondok istirahat, tangga, pagar keliling, tempat wudhu dan instalasi perpipaan, instalasi listrik, interior masjid, instalasi listrik pagar keliling, vegetasi, multimedia, dan finishing.

Baca juga: Selawatan Iringi Peresmian Revitalisasi Masjid dan Kawasan Pulau Penyengat

Sementara itu, dana dari APBN sebesar Rp 15 miliar dianggarkan untuk Penanganan jalan dan drainase dilakukan yaitu dengan perbaikan dan peningkatan kualitas jalan (pekerjaan jalan beton), serta pembangunan saluran drainase dilengkapi dengan saluran utilitas dan street furniture sebesar Rp. 5 Miliar dan Pembangunan SWRO (Sea Water Reverse Osmosis) sebesar Rp10 miliar.

Gubernur Ansar menambahkan, tahun 2023, dirinya telah mendapatkan tambahan anggaran dari APBN sebesar Rp43 miliar yang dianggarkan untuk Rencana Penataan Dermaga Pulau Penyengat.

“Sementara untuk rencana revitalisasi Pulau Penyengat di tahun 2024 akan dilaksanakan dengan penataan ruang terbuka publik meliputi pola permukaan lantai, taman pada sitting group, penambahan sculpture, air mancur, penambahan ornamen Melayu, atap pelantar, gerbang masuk pelantar, lampu taman, dan penghijauan pada pot eksisting,” tutupnya. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News