TANJUNGPINANG – Sebanyak 3000 orang peserta dari 16 negara akan memeriahkan Bintan Mandiri Marathon 2025 di Lagoi, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Jumat 7 November 2025 mengapresiasi inovasi dalam kegiatan kepariwisataan untuk menarik minta wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.
“Kami yakin berwisata sambil berolah raga sambil menikmati pemandangan indah di Bintan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” ujar mantan Bupati Bintan dua periode itu.

Ansar mengungkapkan bahwa sektor pariwisata di Bintan merupakan salah satu yang diandalkan di Kepri, selain Batam. Bahkan pendapatan asli daerah terbesar di Bintan diperoleh dari sektor pariwisata.
“Potensi pariwisata di Bintan harus terus digarap secara maksimal, karena ini merupakan sumber utama pendapatan daerah,” ucapnya.
Kolaborasi
Bintan Mandiri Marathon 2025 merupakan “event” tahunan. Kegiatan pariwisata sambil berolah raga itu merupakan kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta.

“Event” ini untuk meningkatkan kunjungan pariwisata, ucap Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan.
Menurut dia, kegiatan ini sejalan dengan konsep pariwisata berkelanjutan yang menekankan pada keseimbangan lingkungan, sosial, dan ekonomi.
“Konsep pariwisata yang diangkat yakni pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, yang memberi kesan mendalam bagi wisatawan sehingga mereka ingin kembali,” kata Hasan.

Ia mengatakan bahwa kegiatan pariwisata itu berdampak positif terhadap jumlah kunjungan wisatawan, sekaligus tingkat hunian hotel. Selain itu, kehadiran ribuan peserta juga mempengaruhi pelaku usaha mikro kecil dan menengah.
Sejalan dengan itu pula, kegiatan tersebut dipastikan akan menambah pendapatan bagi pelaku usaha travel.
“Dari sisi ekonomi, dampaknya luar biasa. Mulai dari rental, hotel, dan tidak menutup kemungkinan, peserta berwisata ke daerah lain,” ujarnya.

Sementara itu, Head Commercial Bintan Resort, Raja Azmizal Usman menyampaikan, dari 3000 peserta yang terdata, 10 persennya merupakan wisatawan mancanegara.
“Ada dari Singapura, Malaysia, Kenya, dan Amerika, yang sudah konfirm ikut serta. Termasuk dari Indonesia yakni dari Jakarta,” ucapnya.
Ia menyebut, event ini menggandeng pelaku usaha lokal, yang dimasukan kedalam booth merchandise serta menjaring pekerja lokal harian untuk menyukseskan kegiatan ini.
“Kurang lebih ada 700 pekerja harian yang kita tarik. Artinya ini bisa menjaring tenaga kerja untuk warga lokal,” ujarnya


















