TANJUNGPINANG – Suasana religius menyelimuti Laman Tugu Sirih ketika ribuan masyarakat Kota Tanjungpinang larut dalam lantunan sholawat yang dibawakan Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf. Selanjutnya, gema sholawat yang menggema di kawasan itu membuat warga tenggelam dalam kekhusyukan dan rasa syukur yang mendalam.
Salah seorang warga asal Tanjung Uban, Dimas, mengaku rela datang dari ujung Kabupaten Bintan demi menyaksikan secara langsung acara Kepri Bersholawat bersama para Habib. Selain itu, ia menilai momen tersebut menjadi kesempatan berharga untuk berdoa bersama.
“Alhamdulillah bisa hadir berdoa dan bersholawat bersama. Walaupun tidak bisa berfoto dengan habib, Insya Allah dalam kesempatan lain diberi kesempatan,” singkatnya.
Baca Juga: Ketua MPR RI Dukung Pemprov Manfaatkan Potensi Alam di Kepri
Kemudian, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, menyampaikan bahwa kegiatan bersholawat akan terus digelar. Dengan demikian, ia berharap Provinsi Kepri dapat menjadi daerah yang selalu dipenuhi lantunan sholawat di setiap kesempatan.
“Melalui semangat kita untuk menjadikan provinsi bersholawat, Insya Allah, Allah akan memberikan kebahagian kepada masyarakat di Provinsi Kepri,” kata Gubernur.
Selanjutnya, Ansar menjelaskan kepada para Habib dan Ketua MPR bahwa Provinsi Kepri telah ditetapkan sebagai provinsi yang senantiasa bersholawat. Oleh karena itu, ia berharap para Habib dapat terus hadir memberikan semangat kepada masyarakat.
“Mudah-mudahan para habib selalu hadir untuk memberikan semangat kita agar terus bersholawat,” ucapnya.
Baca Juga: Ketua MPR: Gelar yang Diberikan Kepada Saya Bukan Sekadar Atribut
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Habib Jindan menyampaikan bahwa kehadiran ribuan masyarakat di kegiatan Kepri Bersholawat merupakan bentuk nikmat kesehatan yang diberikan Allah SWT. Selain itu, ia mengingatkan agar setiap nikmat selalu disyukuri.
“Kita diberikan nikmat oleh Allah, makanya kita semua bisa hadir. Nikmat yang diberikan, harus disyukuri,” ucapnya.
Dia menambahkan bahwa nikmat dari Allah SWT tidak pernah kurang. Namun, sering kali rasa syukur manusialah yang belum cukup.
“Kalau merasa nikmatnya kurang, tambahin syukurnya kepada Allah,” ucapnya.
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News

















