KARIMUN – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kembali menggelar Bazar Pangan Murah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
Sebagai bentuk komitmen menjaga daya beli warga, Disperindag Karimun menggelar kegiatan ini secara maraton di berbagai lokasi hingga 17 Desember 2025, dengan menawarkan harga bahan pokok yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran.
Selain itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Karimun, Suhaimi Simbolon, menegaskan bahwa bazar ini merupakan agenda rutin pemerintah daerah yang secara khusus ditujukan untuk meringankan beban masyarakat menjelang akhir tahun.
Baca Juga: Siaga Bencana! Kapolres Karimun Imbau Warga Pesisir Waspada Banjir Rob dan Cuaca Ekstrem
“Bazar pangan murah ini menjadi agenda rutin untuk membantu masyarakat dalam hal menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau. Khususnya saudara kita yang akan melaksanakan Natal dan Tahun Baru,” ujar Suhaimi di lokasi pasar murah di Kampung Harapan, Tebing, Sabtu, 13 Desember 2025.
Lebih lanjut, Suhaimi menjelaskan bahwa komoditas yang dijual merupakan bahan pokok yang paling dibutuhkan masyarakat menjelang libur panjang Nataru.
Adapun harga bahan pangan yang ditawarkan dalam bazar ini terbilang sangat kompetitif, antara lain:
- Gula pasir 1 kg Rp15.000
- Beras SPHP 5 kg Rp57.000
- Telur ayam per papan Rp55.000
- Tepung Mila Rp10.000
- Tepung Tulip Rp9.000
- Minyak Cammila 900 ml Rp16.500
- Cabai merah 1 kg Rp76.000
- Cabai rawit 1 kg Rp83.000
- Bawang merah 1 kg Rp25.000
- Bawang putih 1 kg Rp30.000
Namun demikian, Suhaimi mengakui bahwa distribusi bahan pokok sempat mengalami hambatan, terutama karena pasokan utama dari Sumatera Barat dan Sumatera Utara terdampak bencana alam.
“Bahan pokok yang kita datangkan seperti dari Sumbar dan Sumut itu memang sedikit terhambat akibat bencana alam yang terjadi. Karena di sana mengalami musibah dan terdampak ke kita,” jelasnya.
Baca Juga: Kejari Karimun Selamatkan Rp 342 Miliar Lebih Sepanjang 2025 Lewat Pendampingan dan Gugatan Perdata
Meski begitu, Disperindag Karimun langsung bergerak cepat dengan mengalihkan sumber pasokan dari daerah lain. Termasuk mendatangkan komoditas dari Sulawesi, sementara kebutuhan lokal dipasok dari Tanjungbatu.
Oleh karena itu, Suhaimi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan, karena pemerintah daerah terus memantau ketersediaan bahan pokok di pasaran.
“Untuj masyarakat jangan panik karena kita sudah ambil sikap untuk mengatasinya,” tutupnya.
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News


















