Satgas MBG Diminta Cek SPPG Berkah Sejahtera, Ini Kata Bupati Bintan

Bupati Bintan, Roby Kurniawan. (Foto: Andri Dwi Sasmito)
Bupati Bintan, Roby Kurniawan. (Foto: Andri Dwi Sasmito)

BINTAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bintan sempat heboh.Pasalnya, ditemukan ulat hidup di beras premium merek Harumas yang akan diolah oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Berkah Sejahtera untuk menu makan para peserta didik.

Menanggapi hal ini, Bupati Bintan Roby Kurniawan langsung meminta Satgas MBG Kabupaten Bintan turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap SPPG tersebut.

“Kami belum terima laporan SPPG di Bintan Timur yang jalan. Nanti akan dicek dulu (Satgas MBG Kabupaten Bintan),” kata Roby Kurniawan, Selasa 4 November 2025, di Bintan Agro Resort, Jalan Wisata Bahari Kilometer 36.

Baca Juga: Heboh di Bintan, SPPG Berkah Sejahtera Temukan Ulat di Karung Beras Premium Harumas

Menurut Roby, hingga saat ini baru ada tiga SPPG yang resmi beroperasi dalam menyalurkan sekaligus menerapkan program Makan Bergizi Gratis bagi para pelajar di Kabupaten Bintan.

“Tiga SPPG yang sudah beroperasi di Kabupaten Bintan, yaitu SPPG di Toapaya, Bintan Utara, dan Sri Kuala Lobam,” jelasnya.

Roby menegaskan, koordinasi antar pihak sangat penting agar program nasional tersebut berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan masalah di lapangan.

“Nanti saya minta Satgas MBG untuk mengecek. Betul tidak SPPG-nya sudah jalan. Seharusnya ada koordinasi. Seperti apa, nanti kita lihat,” ucapnya lagi.

Lebih lanjut, Roby mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar benar-benar mengawasi setiap bahan makanan yang akan diolah. Terutama karena makanan tersebut dikonsumsi oleh anak-anak sekolah.

Baca Juga: Ditemukan Ada Ulat, Waka II DPRD Bintan Tegaskan Kualitas Beras Harus Standar MBG

Ia juga menekankan pentingnya peran petugas ahli gizi dalam proses pengecekan bahan makanan agar terjamin aman dan sehat untuk dikonsumsi.

“Maka dari itu, petugas harus terlebih dahulu mengecek dan berhati-hati terhadap bahan makanan yang akan diolah. Karena setiap SPPG ada ahli gizi dan sebagainya,” tegasnya.

Roby menambahkan, pemerintah daerah bersama Satgas MBG akan terus melakukan pengawasan langsung ke lapangan demi memastikan seluruh program berjalan sesuai standar keamanan pangan.

“Nanti kita sama-sama mengawasi. Kita minta Satgas untuk melihat ke tempat tersebut, yang katanya SPPG-nya sudah jalan,” tutupnya.

Ikuti BeritaUlasan.codi Google News