Sejarah Panjang Alasan Thailand–Kamboja Terus Bersitegang Rebutan Kuil Suci

Kuil Preah Vihear (LightRocket via Getty Images/Satoshi Takahashi)
Kuil Preah Vihear (LightRocket via Getty Images/Satoshi Takahashi)

JAKARTA – Ketegangan di perbatasan Thailand dan Kamboja kembali meningkat dan menyita perhatian internasional, terutama karena sengketa lama yang berpusat di sekitar Candi Preah Vihear, sebuah situs bersejarah yang telah lama diperebutkan kedua negara.

Sebagai informasi, Candi Preah Vihear berdiri megah di tepi dataran tinggi yang menghadap langsung ke dataran rendah Kamboja. Sehingga secara geografis posisinya sangat strategis sekaligus sensitif.

Selain itu, candi ini merupakan kompleks kuil Hindu kuno yang dipersembahkan untuk Dewa Siwa. Sehingga memiliki nilai religius, sejarah, dan budaya yang sangat tinggi bagi kawasan Asia Tenggara.

Lebih jauh, UNESCO telah menetapkan Candi Preah Vihear sebagai Situs Warisan Dunia. Karena keaslian arsitektur serta nilai budayanya yang dinilai luar biasa dan tak tergantikan.

Baca Juga: Thailand dan Kamboja Klaim Bertindak untuk Bela Diri

Namun demikian, pengelolaan kawasan tersebut terus menghadapi hambatan serius akibat sengketa batas wilayah antara Thailand dan Kamboja yang belum sepenuhnya tuntas.

Pasalnya, letak kuil yang berada tepat di garis perbatasan menjadikan Preah Vihear sebagai titik rawan konflik dan sumber perselisihan berkepanjangan antara kedua negara.

Seiring meningkatnya ketegangan, UNESCO juga berulang kali mengingatkan Thailand dan Kamboja. Agar tidak melakukan tindakan yang dapat merusak atau mengancam kelestarian warisan dunia tersebut.

Bahkan, UNESCO menilai bahwa aktivitas militer dan bentrokan di sekitar kawasan bersejarah berpotensi merusak struktur kuil. Sehingga kedua pihak didesak untuk melindungi situs budaya perbatasan dan mematuhi kewajiban hukum internasional.

Jika ditarik ke belakang, sengketa Thailand–Kamboja berakar dari perjanjian batas wilayah pada 1907. Ketika peta kolonial Prancis menempatkan Candi Preah Vihear di wilayah Kamboja.

Baca Juga: Thailand-Kamboja Kembali Saling Serang, Gencatan Senjata Terancam Gagal

Meski demikian, Thailand sempat kembali menguasai kawasan kuil tersebut pada 1954. Sebelum akhirnya Mahkamah Internasional pada 1962 memutuskan bahwa Candi Preah Vihear secara sah merupakan milik Kamboja.

Akan tetapi, ketegangan tidak benar-benar mereda, karena konflik kembali memuncak pada 2008 ketika bentrokan terjadi di sekitar Preah Vihear, menyusul klaim Thailand atas sebagian wilayah di sekitar kuil.

Bagi Thailand dan Kamboja, kawasan ini tidak hanya dipandang sebagai situs sejarah semata. Melainkan juga simbol identitas nasional serta pusat keagamaan yang memiliki makna mendalam.

Oleh sebab itu, setiap klaim wilayah, aktivitas militer, maupun pembangunan di sekitar kuil kerap memicu reaksi keras dan meningkatkan risiko bentrokan, seperti yang kembali terlihat dalam beberapa hari terakhir.

Pada akhirnya, ketegangan perbatasan ini menegaskan betapa sensitifnya status Candi Preah Vihear dalam hubungan bilateral Thailand dan Kamboja. Sehingga upaya diplomatik yang berkelanjutan menjadi kunci untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News