Sejumlah PNS di Disdik Kepri Dukung Ungkap Kasus Calo Honorer

Kantor Dinas Pendidikan Kepri di Kawasan Dompak, Kota Tanjungpinang. (Foto: ardiansyah)
Kantor Dinas Pendidikan Kepri di Kawasan Dompak, Kota Tanjungpinang. (Foto: ardiansyah)

TANJUNGPINANG — Sejumlah PNS di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau mendukung jurnalis Ulasan membantu mengungkapkan kasus calo honorer yang sudah berlangsung cukup lama.

“Sepertinya praktik percaloan ini sudah lama, dan kemungkinan sistemik,” kata salah satu pejabat Disdik Kepri di Tanjungpinang, Jumat 17 Agustus 2025.

Pejabat tersebut tidak ingin identitasnya dipublikasi. Namun ia bersedia mengomentari permasalahan itu karena merusak nama baik institusi.

Ia menduga ada jaringan yang dibangun sehingga sulit terungkap apabila korban tidak bersuara.

“Tuntaskan saja kasus ini. Biasanya ada indikasi jaringan dibangun secara sistemik. Kasian kobannya,” ujarnya dengan nada tinggi.

Baca Juga: Oknum Pegawai Disdik Kepri Diduga Jadi Calo Honorer, Korban Setor hingga Rp20 Juta

PNS lainnya mengaku sudah mendengar isu calo honorer itu sejak beberapa bulan lalu. Namun pada saat itu hanya sekadar isu yang berhembus tanpa bukti.

Para korban yang jumlahnya tidak sedikit itu pun nyaris diam, meski terkesan diperas oleh oknum honorer yang belum lama diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Disdik Kepri.

Wanita paruh paya itu menginginkan para korban mendapatkan haknya kembali setelah ditipu. Kemudian pelaku juga diharapkan menerima sanksi sesuai peraturan yang berlaku agar nama institusi ini dapat pulih.

“Bagus kalau sekarang sekarang terungkap supaya tidak terulang lagi kasus yang sama,” tuturnya.

Korban dalam kasus percaloan tersebut mengungkapkan bahwa ada tiga orang berstatus sebagai PPPK Disdik Kepri menipu mereka. Janji dari tiga oknum PPPK itu tidak terealisasi sehingga mereka membongkarnya.

Jumlah korban yang dijanjikan untuk menjadi honorer dan PPPK ITU sebanyak 40 orang. Alih-alih mendapatkan pekerjaan di Disdik Kepri, mereka justru dirumahkan.

Salah satu korban, Putra (nama samaran), mengungkapkan ada sekitar 40 korban yang sebelumnya dijanjikan sebagai tenaga kependidikan (Tendik) PTK Non ASN tingkat SMA dan SMK.

Ia juga mengungkapkan, bahwa dirinya bersama puluhan PTK Non ASN lainnya diminta sejumlah uang hingga puluhan juta untuk bisa masuk dalam penerimaan PTK Non ASN pada Juli 2024 lalu.

“Saya sendiri diminta Rp15 juta. Ada kawan TU satu sekolah diminta Rp10 juta, ada juga yang diminta Rp20 juta,” katanya menjelaskan.

Baca Juga: Andi Agung Tidak Tau Ada Praktik Calo Honorer di Disdik Kepri, Korban Puluhan Orang

Menurut dia, uang tersebut diminta oleh tiga orang PPPK yang dulunya juga merupakan honorer di Disdik Kepri, masing-masing berinisial RK, DT, dan I.

“Kami diminta sejumlah uang untuk masuk sebagai PTK Non ASN tahun 2024. Tapi diawal tahun 2025, tak taunya kami dirumahkan,” kata dia.

Selain itu, Putra menyebut dirinya sudah berkali-kali meminta kepada ketiganya untuk segera mengembalikan uang yang telah disetorkan karena tidak sesuai dengan janji awal.

Tidak berhenti di situ, Putra juga menuturkan bahwa RK masih meminta uang gaji dari para PTK Non ASN yang diterima pada periode tersebut. Alasannya, uang itu disebut sebagai “ucapan terima kasih” karena telah membantu proses masuk kerja.

“Jadi kami harusnya masuk bulan Juli, tapi kami masuk akhir Agustus tanggal 28 pada tahun lalu. Setelah itu gaji kami dari bulan Juli sampai Agustus, diminta. Kami harus mengirim semua gaji kami ke RK ini melalui bank atas nama orang lain,” ucapnya.

Ia menambahkan, total korban yang menyetorkan uang kepada ketiga orang tersebut mencapai sekitar 40 orang. Para korban dijanjikan akan bekerja sebagai tenaga TU di sekolah, namun kenyataannya tidak sesuai harapan.

“Kami merasa ditipu karena dijanjikan akan bekerja sebagai TU di sekolah. Tapi per bulan Maret 2025, kami kerja tanpa digaji dan bulan Mei 2025 kami dirumahkan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, mengaku tidak mengetahui adanya dugaan praktik calo yang dilakukan oleh oknum pegawainya.

“Saya belum tahu nama itu. Saya akan segera cek siapa dia dan dibagian apa,” katanya singkat.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Kabid PTK Disdik Kepri, Suhono, tidak merespons dan belum memberikan keterangan resmi.

Dari informasi yang diterima korban, ketiga oknum tersebut merupakan bawahan langsung dari Suhono, yang menjabat sebagai Kabid PTK Disdik Kepri.

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News