KARIMUN – Sebanyak 123 peserta Sekolah Lansia Kabupaten Karimun resmi diwisuda setelah menuntaskan 12 kali pertemuan pembelajaran penuh semangat, di Gedung Nilam Sari, Komplek Perkantoran Bupati Karimun, pada Sabtu, 8 November 2025.
Menariknya, dari seluruh peserta, usia tertua mencapai 82 tahun. Fakta ini sekaligus membuktikan bahwa semangat belajar tidak pernah pudar, bahkan di usia senja.
Baca Juga: Ratusan Pejabat Karimun Jalani Tes BKN Batam, Awal Pemetaan Talenta ASN Menuju 2026
Para peserta berasal dari empat Sekolah Lansia yang berdiri di Kabupaten Karimun dengan jenjang pendidikan berbeda. Mereka antara lain dari Sekolah Lansia Stania (Teluk Uma) dengan 30 orang peserta jenjang Standar II (S-II), Sekolah Lansia Sejahtera (Desa Pongkar) sebanyak 30 orang jenjang Standar I (S-I). Sekolah Lansia Ceria (Desa Pangke) dengan 30 orang peserta jenjang Standar I (S-I), serta Sekolah Lansia Bunga Tanjung (Sei Raya) sebanyak 33 peserta jenjang Standar I (S-I).
“Ini adalah hasil dari proses belajar dalam 12 pertemuan dari tujuh dimensi lansia yaitu spiritual, fisik-intelektual, emosional, sosial-kemasyarakatan, pokasional dan lingkungan,” ungkap Plt Kepala DP2KBP3A Karimun, Yeli, dalam sambutannya.
Menurut Yeli, program Sekolah Lansia ini merupakan lembaga pendidikan nonformal yang dirancang khusus bagi masyarakat berusia lanjut. Program ini mencakup usia pra-lansia (45-59 tahun), lansia individu (60 tahun ke atas). Hingga usia lanjut risiko tinggi (70 tahun ke atas).
Lebih lanjut, Yeli menambahkan bahwa perkembangan sekolah lansia di Karimun semakin pesat.
“Di tahun 2011-2023 hanya ada satu sekolah lansia yang berdiri, tapi saat ini sudah ada empat sekolah lansia. Lewat program ini bisa melepaskan mereka para lansia dari isolasi sosial,” katanya.
Baca Juga: Kejari Karimun Tunggu Audit BPKP, Kerugian Dugaan Korupsi di KPU Capai Rp2 Miliar
Ia menegaskan bahwa keberhasilan wisuda ini menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar dan berkarya tak mengenal batas usia. Selain itu, program ini juga mendorong terciptanya lansia yang produktif, mandiri, dan berdaya di tengah masyarakat Karimun.
“Usia bukan penghalang untuk terus belajar. Harapannya para peserta aplikasikan ilmu yang didapat, jadilah lansia yang berdaya dan mandiri,” tuturnya dengan bangga.
Kegiatan wisuda ini pun mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Daerah Karimun, PT Saipem Karimun, hingga perangkat desa dan kelurahan setempat.*
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News


















