NATUNA – Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, yang menawarkan konsep sekolah berasrama gratis untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, hingga kini masih minim peminat.
Dari 2.147 anak usia sekolah yang telah diverifikasi oleh Dinas Sosial Natuna, baru sekitar 40 anak yang bersedia mengikuti program tersebut. Padahal, pemerintah daerah menargetkan 100 siswa untuk tahap awal tahun ajaran 2025/2026.
“Tim kita sudah turun ke lapangan untuk pendataan calon siswa. Saat ini baru sekitar 40 anak yang bersedia,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Natuna, Puryanti, Jumat 11 Juli 2025.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya animo masyarakat terhadap program ini. Pertama, masih minimnya sosialisasi terkait keunggulan Sekolah Rakyat dibanding sekolah umum lainnya. Kedua, untuk jenjang SD, sebagian besar orang tua belum rela melepas anak-anaknya tinggal di asrama. Terakhir, banyak anak putus sekolah yang sudah enggan kembali ke bangku pendidikan.
“Yang paling banyak kami temukan bersedia itu dari jenjang SMP. Untuk SD dan SMA, masih cukup sulit,” ujarnya.
Baca juga: Kemensos Bekali Kepala Sekolah Rakyat Lewat Retreat
Meski target belum tercapai, Puryanti memastikan bahwa program Sekolah Rakyat akan tetap dijalankan mulai tahun ini.
“Ini adalah langkah awal. Sosialisasi akan terus kami gencarkan agar masyarakat memahami manfaat jangka panjang dari program ini,” tutupnya. (*)


















