Sepanjang 2025, Rp4,4 Triliun Transaksi di Kepri Berasal dari QRIS 

QRIS
Pembeli bertransaksi pakai QRIS. (Foto: Chairuddin)

BATAM – Nilai transaksi QRIS di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sepanjang tahun 2025 mencapai Rp4,14 triliun.

Angkat tersebut telah mendekati capaian sepanjang tahun 2024 yakni sebesar Rp5,01 triliun.

Rony Widijarto, selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, menunjukkan keyakinannya bahwa target nilai transaksi QRIS tahun ini akan melampaui Rp6 triliun.

“Kami yakin target transaksi tahun ini akan melampaui capaian 2024. Dari 9 juta transaksi tahun lalu, kami harapkan bisa menembus 50 juta transaksi pada 2025,” ungkap Rony.

Pada acara Pekan QRIS Nasional 2025, BI Kepri turut mengundang puluhan pelaku UMKM yang dibina oleh BI dan bank-bank nasional. Hal ini dilakukan untuk memperkuat ekosistem digital di wilayah tersebut.

Rony menjelaskan bahwa penggunaan QRIS tidak hanya memudahkan transaksi di dalam negeri, tetapi juga meningkatkan transaksi lintas negara, terutama dengan Malaysia dan Singapura.

“Pada 2024, transaksi QRIS dengan Malaysia tercatat sebanyak 7,83 juta kali. Tahun ini, hingga pertengahan tahun, sudah mencapai 9,6 juta transaksi. Sementara transaksi dengan Singapura meningkat dari 1,8 juta menjadi 2,83 juta,” paparnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa BI sedang menjajaki kemungkinan kerja sama sistem pembayaran digital dengan beberapa negara lain, seperti Thailand dan Arab Saudi. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, kuliner, dan industri kreatif di Kepri.

“Kemudahan pembayaran ini akan membuat wisatawan semakin nyaman berbelanja dan menikmati Kepri,” jelasnya.

Sementara itu, Aries Fhariandi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri, menambahkan bahwa pihaknya sangat mendukung perluasan penggunaan QRIS di berbagai area perdagangan dan wisata.

“Kita ingin QRIS hadir lebih dekat ke masyarakat, terutama pelaku UMKM yang mungkin tidak punya waktu ke bank. QRIS ini juga jauh lebih murah secara operasional dibanding kartu debit atau kredit,” ujar Aries.

Ia juga menekankan pentingnya memberikan edukasi kepada masyarakat agar mereka memahami berbagai fitur QRIS, termasuk layanan transfer dan fitur keuangan lainnya.

“Kadang masyarakat ragu, takut uangnya tidak sampai. Padahal QRIS sangat aman. Nanti kita siapkan booth konsultasi keuangan bersama OJK Kepri, agar masyarakat bisa bertanya langsung,” katanya.

Aries mengungkapkan bahwa dari Januari hingga pertengahan Agustus 2025, jumlah transaksi QRIS di Kepri sudah hampir mencapai 30 juta kali. Ia optimis target 50 juta transaksi hingga akhir tahun dapat tercapai, seiring dengan semakin meluasnya adopsi sistem pembayaran digital hingga ke daerah-daerah terpencil.

“Kita ingin QRIS tidak hanya ada di kota-kota besar atau mal, tapi juga sampai ke pasar tradisional, desa-desa, bahkan pulau-pulau terpencil. Karena masyarakat kita cerdas, hanya perlu sedikit edukasi agar mereka bisa merasakan langsung manfaatnya. Seperti slogan QRIS, CIMEMUA, Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Andal,” tutup Aries.