Serangan Beruang Makin Brutal, Jepang Kerahkan Tentara Lindungi Warga

Ilustrasi. (Foto: pixabay)
Ilustrasi. (Foto: pixabay)

TOKYO – Jepang tengah menghadapi situasi darurat setelah serangan beruang liar terus meningkat dan menelan korban jiwa. Pemerintah kini mengambil langkah drastis dengan mengerahkan tentara ke wilayah utara yang paling parah terdampak.

Kasus serangan beruang di Jepang mencapai rekor tertinggi tahun ini. Sejak April lalu, serangan brutal tersebut telah menyebabkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan lebih dari 100 lainnya terluka. Kondisi ini membuat masyarakat hidup dalam ketakutan.

Pemerintahan Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi, seperti dilaporkan AFP, Rabu (5/11/2025), tengah berupaya menyusun paket kebijakan khusus untuk mengatasi krisis tersebut. Pemerintah ingin memastikan keselamatan publik kembali terjaga dan situasi cepat terkendali.

Baca Juga: Miss Mexico Walk Out Usai Dihina ‘Bodoh’, Ajang Miss Universe 2025 Berubah Jadi Drama Panas

Langkah nyata pun segera dilakukan. Pada Rabu (5/11) waktu setempat, Jepang resmi mengerahkan pasukan militernya ke sejumlah daerah di utara negeri itu. Namun, sesuai dengan undang-undang senjata yang ketat, para personel militer tidak diperbolehkan membawa senjata api atau berburu hewan liar tersebut.

Sebagai gantinya, Kementerian Pertahanan Jepang menjelaskan bahwa para tentara akan dilengkapi dengan peralatan non-mematikan seperti semprotan antiberuang, tongkat, perisai pelindung, kacamata dan jaket antipeluru, hingga alat peluncur jaring. Langkah ini diambil agar operasi pengamanan tetap berjalan aman tanpa melanggar aturan.

Selain menjaga keamanan, pengerahan militer ini juga bertujuan untuk memulihkan rasa aman masyarakat yang kini dilanda kepanikan. Pemerintah ingin memastikan warga dapat kembali beraktivitas tanpa rasa takut.

Menurut para ahli, meningkatnya serangan beruang disebabkan oleh panen biji pohon ek yang buruk tahun ini. Karena kekurangan makanan di alam liar, beruang-beruang itu nekat turun ke permukiman penduduk, terutama di wilayah utara seperti Akita dan Iwate.

Selain itu, depopulasi desa-desa di Jepang juga memperburuk situasi. Banyak wilayah pedesaan yang kini ditinggalkan warganya, sehingga batas antara hutan dan kota menjadi kabur. Akibatnya, habitat beruang semakin meluas hingga masuk ke area permukiman.

Baca Juga: Helikopter dan Jet Tempur AS Jatuh Bersamaan di Laut Cina Selatan, Begini Kondisinya!

Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) pun siap membantu secara logistik di wilayah pedesaan. Mereka bertugas mengangkut perangkap beruang, membantu para pemburu, serta memindahkan hewan yang telah ditangkap agar tidak membahayakan warga.

Sebanyak 15 tentara telah dikerahkan pada Rabu (5/11) untuk membantu pemindahan perangkap di Kota Kazuno, Prefektur Akita, yang menjadi salah satu wilayah paling terdampak.

Wakil Kepala Sekretaris Kabinet, Kei Saito, menegaskan bahwa fokus utama militer tetap pada pertahanan nasional, namun mereka akan turun tangan bila situasi darurat memerlukan bantuan tambahan.

Pemerintah di bawah kepemimpinan PM Sanae Takaichi juga telah menggelar rapat khusus pekan lalu untuk membahas krisis ini. Kabinet berencana meluncurkan paket kebijakan pada pertengahan November, termasuk peningkatan jumlah pemburu yang siap menangani kasus penampakan beruang di area permukiman.*

Ikuti BeritaUlasan.codi Google News