Sering Ngerasa HP Bergetar Padahal Nggak? Waspada Gangguan Kesehatan Mental

Ilustrasi - Phantom Vibration Syndrome. (Foto: Freepik)
Ilustrasi - Phantom Vibration Syndrome. (Foto: Freepik)

Hai Sahabat Ulasan. Pernahkah Anda tiba-tiba merasa ponsel di saku bergetar, lalu saat dicek ternyata tidak ada notifikasi sama sekali?

Fenomena aneh ini dikenal sebagai Phantom Vibration Syndrome — kondisi saat seseorang merasa ponselnya bergetar atau berbunyi, padahal sebenarnya tidak terjadi apa pun.

Meskipun tampak sepele, kondisi ini menjadi tanda tingkat ketergantungan tinggi terhadap smartphone. Tak jarang, fenomena ini juga muncul akibat stres atau kecemasan berlebih karena terlalu sering menunggu pesan atau panggilan.

Baca Juga: Kasus Mata Minus Anak Melonjak Tajam, Dokter Ingatkan Efek Buruk Gadget Sejak Dini

Fenomena ini kini semakin sering terjadi, terutama di kalangan anak muda, pekerja kantoran, dan pengguna aktif media sosial. Rasa “getar halu” ini muncul karena otak telah terbiasa mengartikan sensasi kecil di tubuh sebagai sinyal dari ponsel.

Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan Phantom Vibration Syndrome dan mengapa kondisi ini bisa dialami begitu banyak orang?

Penyebab Phantom Vibration Syndrome

Phantom Vibration Syndrome (PVS) adalah sensasi palsu berupa getaran atau suara notifikasi dari ponsel, padahal tidak ada pemberitahuan yang masuk. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai “halusinasi taktil”, yaitu ketika otak salah menafsirkan rangsangan kecil pada tubuh.

Misalnya, gerakan kecil otot atau gesekan ringan dari pakaian bisa diartikan sebagai getaran ponsel. Fenomena ini sangat erat kaitannya dengan penggunaan ponsel berlebihan, terutama pada orang yang selalu siaga terhadap notifikasi.

Mengapa Hal Ini Bisa Terjadi?

Hingga saat ini, penyebab pasti Phantom Vibration Syndrome belum sepenuhnya dipahami. Namun, menurut penjelasan di laman DermNet, para ahli menduga kondisi ini muncul akibat kesalahan interpretasi otak terhadap rangsangan sensorik yang terus-menerus diterima tubuh.

Ketika seseorang terlalu sering menunggu pesan atau panggilan, otaknya menjadi terbiasa dalam mode “siaga”. Akibatnya, kontraksi otot, tekanan dari pakaian, atau gesekan ringan bisa keliru dianggap sebagai getaran notifikasi.

Fenomena ini bisa dialami siapa saja — baik pelajar, pekerja kantoran, maupun pengguna ponsel aktif lainnya. Risiko akan meningkat jika seseorang terlalu sering mengecek notifikasi, membawa ponsel di saku, atau menyalakan mode getar sepanjang waktu.

Dampak terhadap Kesehatan Mental

Phantom Vibration Syndrome bukan hanya soal sensasi palsu. Kondisi ini juga bisa berdampak pada kesehatan mental, seperti munculnya kecemasan, stres, kewaspadaan berlebih, hingga gangguan emosional ringan.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memperburuk kondisi psikologis. Seseorang bisa semakin sulit melepaskan diri dari ponsel, sehingga ketergantungan digital semakin tinggi.

Cara Mengurangi Phantom Vibration Syndrome

Untuk mengatasi kondisi ini, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Pertama, kurangi durasi penggunaan ponsel setiap hari. Kedua, matikan mode getar saat tidak diperlukan. Ketiga, letakkan ponsel di tempat yang berbeda, bukan di saku, agar tubuh tidak terus-menerus berada dalam kondisi siaga palsu.

Dengan perubahan kecil ini, frekuensi “getar halu” dapat berkurang secara signifikan, sekaligus membantu menjaga kesehatan mental di era digital yang serba cepat.

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News