Sindikat TPPO Incar Mahasiswa dan Pelajar, Imigrasi Karimun Bergerak ke Sekolah dan Kampus

Sosialisasi pencegahan TPPO di kalangan pendidikan SMA dan Perguruan Tinggi di Karimun. (Foto: Hairul S)
Sosialisasi pencegahan TPPO di kalangan pendidikan SMA dan Perguruan Tinggi di Karimun. (Foto: Hairul S)

KARIMUN – Untuk menekan angka Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun mengambil langkah proaktif. Lembaga ini menggelar sosialisasi pencegahan TPPO yang berlangsung di Hotel Maximillian, Rabu 5 Oktober 2025.

Kegiatan tersebut secara khusus menyasar lingkungan sekolah dan perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Karimun. Tak hanya itu, acara juga menghadirkan peserta dari kalangan kepala sekolah dan rektor universitas.

Langkah ini dinilai penting untuk memberikan pemahaman langsung kepada pihak pendidikan yang berperan membimbing generasi muda.

Baca Juga: Karutan Karimun Respons Oknum Pegawai Usai Dipolisikan Terkait Dugaan ‘Makelar Kasus’

Kepala Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun, Dwi Avandho Farid, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk mencegah munculnya korban TPPO di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Menurutnya, kelompok usia muda kini menjadi target empuk sindikat perdagangan orang karena minimnya pengetahuan tentang modus kejahatan lintas negara tersebut.

“Bahwa anak-anak yang akan lulus ini biasanya sudah dimonitor oleh sindikat, mereka akan mendatangi mereka yang memiliki latar belakang ekonomi lemah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dwi menuturkan bahwa pelaku kerap menggunakan modus iming-iming pekerjaan di luar negeri dengan gaji tinggi. Tawaran ini kerap membuat korban terlena tanpa menyadari risiko besar yang menanti.

“Biasanya diimingi gaji yang lumayan. Korban bukan hanya tingkat pendidikan rendah, sekarang ini modelnya itu sindikat mencari latar belakang pendidikan di IT,” katanya.

Menurutnya, tren terbaru menunjukkan bahwa sindikat kini menyasar lulusan berpendidikan tinggi, terutama di bidang teknologi informasi.

Baca Juga: Siapa PJ Sekda Kepri Pilihan Gubernur, Luki Atau Abdullah?

Hal ini dilakukan karena para pelaku membutuhkan tenaga operator judi online (judol) dan skamming di luar negeri yang memiliki keterampilan digital.

“Karena posisi operator maka mereka perlukan skill, ini didapat mereka yang berpendidikan tinggi,” jelasnya.

Melalui sosialisasi ini, Dwi berharap para pimpinan lembaga pendidikan dapat menyampaikan kembali informasi penting ini kepada peserta didik dan mahasiswa. Dengan demikian, mereka bisa lebih waspada terhadap tawaran kerja yang mencurigakan.

“Semoga ini bisa ditularkan apakah melalui tenaga pengajar untuk disampaikan ke peserta didik maupun di tingkat perguruan tinggi,” bebernya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi warga negara dari kejahatan lintas batas. Imigrasi, kata Dwi, akan terus berkomitmen memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.

“Kami Imigrasi hadir sebagai perpanjangan Pemerintah untuk memberikan perlindungan bagi warga negara kita, utamanya bagi mereka yang hendak bekerja di luar negeri,” tutupnya.

Ikuti BeritaUlasan.codi Google News