Suara Masyarakat Memanggil Niko di Pilkada Bintan 2024

Niko
Nikolas Panama akrab disapa Niko (tengah baju garis-garis) saat bersilaturahmi dengan keluarganya di Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. (Foto: Dok Niko)

Sosok Nikolas Panama, akrab disapa Niko hingga kini masih jadi perbincangan hangat di masyarakat.

Munculnya nama Niko mendapat respons positif dari berbagai pihak untuk bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bintan 2024. Bahkan jargon “Bintan Memanggil” pun dalam beberapa pekan terakhir menjadi viral sebagai wujud keinginan tersebut.

Hal itu yang menyebabkan
dukungan terus melambung tinggi di tengah masyarakat terhadap dirinya
seiring dengan keinginan berbagai pihak untuk mencalonkan Niko sebagai salah satu kandidat dalam kontestasi Pilkada Bintan 2024.

Dalam sehari sejak awal lebaran, Niko mendapatkan sejumlah undangan dari berbagai kelompok di Bintan. Kelompok masyarakat, yang rata-rata bukan pengurus partai politik itu ingin mendengar langsung dari Niko apakah serius mengikuti kontestasi Pilkada Bintan 2024.

“Dari partai apa, berpasangan dengan siapa, dan apa komitmen Pak Niko ketika terpilih menjadi kepala daerah atau wakil kepala daerah,” kata Qasim, warga Kecamatan Toapaya, Bintan dalam pertemuan “Bintan Memanggil Niko”, Ahad 14 April 2024.

Saragih, warga lainnya dalam pertemuan itu menitipkan pesan agar Niko menjadi pemimpin yang amanah, tidak koruptif dan berpihak kepada masyarakat.

“Saya senang ada figur baru yang energik, sederhana, tampak memiliki komitmen yang tinggi meningkatkan pelayanan publik dan bersih. Rasanya mau cepat-cepat deklarasikan Pak Niko sebagai kandidat Pilkada Bintan,” kata Saragih.

Dalam pertemuan itu, Niko memastikan bahwa dukungan masyarakat merupakan tiket bagi dirinya untuk menjawab keinginan masyarakat agar ikut kontestasi Pilkada Bintan 2024.

“Saya pastikan maju jika dukungan masyarakat semakin banyak dan merata. Saya ingin kembalikan marwah Bintan. Ini kampung halaman saya,” ucapnya.

Selain pertemuan itu, Niko juga berlebaran di Tembeling, kampung halamannya. Ia tampak bersenda gurau dengan puluhan ibu-ibu dan bapak-bapak.

“Niko itu lucu, memecah kesunyian. Pandai menghibur kami,” kata Patun, salah seorang ibu di Tembeling Tanjung.

Niko juga memenuhi undangan dari sejumlah warga Kijang, dan sejumlah pengusaha.

“Saya datang untuk belanja masalah. Saya akan carikan solusi,” ujarnya.

Dosen dan Tokoh Pers

Selama aktif di dunia pers Kepri, Niko sering membantu masyarakat Bintan lewat tulisan (berita), pikiran dan tenaga. Ia juga dikenal sebagai seorang dosen yang mengajar di Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, yang memproduksi banyak aktivitas mahasiswa di Kepri.

Lantas seperti apa respons masyarakat terkait kabar Niko bakal maju sebagai kandidat calon Pilkada Bintan?

Sosok seorang pendidik dan insan pers yang melekat pada diri Niko dinilai potensial mampu memimpin Kepulauan Segantang Lada julukan Kabupaten Bintan.

Salah satu tokoh masyarakat Bintan, Iman Alie menyampaikan, mengenal betul dengan sosok Bang Niko. Ia turut senang mendengar kabar Niko digadang-gadang bakal maju dalam kontestasi Pilkada Bintan 2024. Menurutnya, sosok seperti Bang Niko dibutuhkan masyarakat Bintan.

“Sosok yang bisa menganyomi,
cara penyampaiannya enak saat berdiskusi, mau membantu mencari solusi bagi masyarakat,” kata Iman baru-baru ini.

Dewan Kehormatan LAM Bintan itu mengaku saat dirinya dan sejumlah warga memperjuangkan lahan pribadi yang berubah menjadi kawasan hutan lindung, Niko turut membantu. “Beliau ini orang baik, beliau ini membantu saya dulu memperjuangkan hutan lindung Bintan,” ujarnya.

Menurut Iman, saat ini masyarakat Bintan butuh pemimpin yang bisa menganyomi, melindungi dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Sosok pemimpin seperti itu yang diharapkan sekarang. Sosok itu ada di Bang Niko,” katanya.

Baca juga: Legislator Yakin Niko Mampu Bangun Sinergisitas Tanjungpinang-Bintan

Baca juga: Niko Potensial Pimpin Bintan, Putra Daerah yang Humoris

Kali ini datang dari tokoh agama KH Suparman yang turut menyorot kabar Niko bakal maju Pilkada Bintan 2024 mendatang.

Ia mengatakan, Niko merupakan sosok yang menarik karena rendah hati dan mau mendengar masukan dari orang lain.

“Saya tahu persis bagaimana beliau mengusulkan ide-ide yang baik, ide yang bagus  untuk peningkatan pondok pesantren di Kabupaten Bintan,” kata dia.

Menurutnya, sosok Niko dapat menjadi teladan bagi masyarakat yang ada di pulau Bintan dan sangat dibutuhkan masyarakat.

“Saya kira peran beliau terutama untuk peningkatan moral keagamaan di Bintan, sangat dibutuhkan sekali,” terangnya.

“Saya melihat secara ilmu dan amali dari sikap beliau, cukup memberikan nilai yang luar biasa untuk peningkatan moral keagamaan,” sambungnya.

Sosok Niko dinilai mampu memimpin Bintan juga disampaikan Rusdel mantan Komisioner KPU Bintan.

“Yang saya tahu Niko orangnya humoris, suka bergaul, seorang pendidik dan jurnalis senior,” kata Rusdel.

Selain itu, lanjut Rusdel, sosok Niko seorang yang agamais. Sebab, selama ini ia suka membantu dan perhatian terhadap pondok pesantren di Kabupaten Bintan.

“Kalau orangnya humoris dan agamais biasanya amanah,” sambung Rusdel.

Rusdel menambahkan, sosok Niko sangat pontensial untuk memimpin Bintan ke depan. Apalagi Niko seorang putra daerah yang berasal dari Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan.

“Sangat pas untuk memimpin Bintan lima tahun ke depan,” terangnya.

Dukungan Kolega

Mantan Panitia Seleksi Badan Pengawas Pemilu Kepulauan Riau (Bawaslu Kepri) Nina Inggit Garnasih sempat terkaget- kaget dengan munculnya timeline Bintan Memanggil, saatnya anak Gunung Bintan keluar & turun dari persembunyiannya untuk bisa berbuat terhadap masyarakat Bintan.

Nina kemudian mengingat kembali sosok Niko, sapaan akrab dari Nikolas Panama.

Kepada sejumlah jurnalis, ia mengungkapkan kebiasaan Niko, yang baru-baru ini digadang-gadang sebagai kandidat Pilkada Bintan 2024.

Menurut dia, Niko merupakan sosok yang bersahaja, namun cukup tinggi integritasnya. Kesan itu muncul ketika berada dalam satu tim sebagai anggota Tim Seleksi Bawaslu Kepri.

Niko sangat bersahabat dan perhatian sehingga Nina dan teman tim seleksi lainnya serasa sudah mengenalnya puluhan tahun lalu.
Niko sangat hormat dan sayang dengan tim seleksi yang lebih tua darinya.

Pengalaman Niko yang luar biasa mengajarkannya menjadi sosok yg begitu peka dan peduli dengan orang-orang sekitarnya.

“Ini memang saat yang tepat putra daerah mengabdi untuk daerahnya sendiri, berbuat demi kepentingan daerahnya bukan untuk kepentingan pribadi,” kata Nina.

Di tengah carut-marutnya perpolitikan di negeri ini, ia bertekad mendukung Niko, dan juga mengajak masyarakat Bintan saatnya memilih sosok yang cerdas, berjiwa kepemimpinan serta teruji akidah dan akhlaknya.

Menurut dia, Bintan membutuhkan Niko. Karena itu, tagline Bintan Memanggil sangat layak ditujukan kepada Niko, sosok ceria yang cerdas, sederhana, loyal, berintegritas, tegas dan mudah berinteraksi.

“Beliau sudah seperti adik saya. Karena itu, sampai sekarang lima anggota Panitia Seleksi Anggota Bawaslu Kepri masih berinteraksi dan bersenda gurau. Kami mengikuti perkembangan Pilkada Bintan, bahkan jika rindu melanda kami akan melakukan pertemuan melalui aplikasi zoom sekadar berbagi cerita perkembangan kondisi dan situasi terbaru bahkan “ngakak bareng”. Itu yang buat rindu, seru seakan hilang semua beban, apalagi kalau sudah dengan para dosen dari UNIBA Cak Fendi dan Beby dari Gorontalo, ada kebahagiaan tersendiri ketika kami berkomunikasi,” ucapnya mengenang.

Aktivis perlindungan perempuan dan anak itu kemudian mengemukakan sosok seperti Niko jarang ditemukan. Niko memiliki berbagai cara menyelesaikan permasalahan secara cepat dan tepat.

“Meski lebih muda dari kami, beliau solutif dengan cara sederhana,” katanya.

Perhatian Niko terhadap kondisi sosial dan pendidikan di Kepri, khususnya di Bintan sudah sejak lama dirasakan masyarakat melalui program Gerakan Kepri Mengajar.

“Kami mengetahui ada Gerakan Kepri Mengajar sejak tahun 2012. Awalnya, kami mengira itu hanya kegiatan mahasiswa, namun ternyata ada Niko yang membina mahasiswa tersebut. Ini benar-benar kejutan,” katanya.

Politisi perempuan, Reni, yang juga Anggota DPRD Tanjungpinang, Kepulauan Riau merasa yakin Nikolas Panama mampu membangun sinergisitas antara kota itu dengan Kabupaten Bintan.

Menurut dia, Niko memiliki jaringan yang cukup baik di Tanjungpinang sehingga lebih mudah membangun kerja sama ketika menjabat sebagai kepala daerah atau wakil kepala daerah di Bintan.

“Saya kenal baik dengan Bang Niko. Beliau ‘kan cukup lama tinggal di Tanjungpinang. Ini momentum bagi beliau untuk menyatukan dua kepentingan daerah untuk meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Reni

Reni mengaku awalnya menganggap Niko tidak serius untuk ikut berkompetisi dalam Pilkada Bintan 2024.

Namun setelah melihat kondisi politik di Bintan akhir-akhir ini, ia menilai Niko potensial menjadi peserta pilkada. Potensi itu dapat dianalisa dari banyak berita positif yang menginginkan Niko ikut mencalonkan diri dalam Pilkada Bintan 2024.

Kemudian, caleg terpilih pada Pemilu 2024, kemungkinan harus berpikir panjang untuk mencalonkan diri sebagai bupati atau wakil bupati karena mereka baru beberapa bulan menguras energi besar bertarung dalam pesta demokrasi, kecuali tidak harus berhenti sebagai anggota legislatif ketika menjadi peserta pilkada. Kondisi ini juga sebagai momentum bagi Niko untuk tampil dalam Pilkada Bintan.

Ketiga, Niko memiliki kampung halaman di Bintan sehingga lebih mudah mendapatkan dukungan dari pemilih.

Terakhir, Niko tidak memiliki beban politik masa lalu dan masa kini sehingga lebih mudah menyosialisasikan dirinya kepada masyarakat, apalagi selama ini dirinya cukup berkontribusi melakukan berbagai kegiatan sosial dan pendidikan di Bintan.

“Awalnya, saya pikir hanya cek ombak, tetapi ternyata tidak. Bang Niko pasti memiliki pertimbangan yang matang sehingga menerima permintaan untuk ikut berkompetisi dalam Pilkada Bintan 2024,” katanya.

Reni menilai Niko memiliki integritas dalam bekerja. Niko juga dirasakan sebagai teman diskusi yang produktif, karena selalu memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi banyak pihak dengan cara sederhana.

“Bang Niko mudah akrab dengan siapa saja. Beliau bisa masuk ke kelompok mana saja, karena bebas, tidak berwarna. Karena itu beliau menjadi teman diskusi yang paten,” ucap Reni, yang memasuki empat periode duduk sebagai anggota DPRD Tanjungpinang.

Sementara itu, Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kepri ini mengaku senang dengan munculnya nama Niko sebagai salah satu kandidat dalam kontestasi Pilkada Bintan.

“Saya gembira dan menyambut baik dengan kemunculan dia sebagai kandidat di sana,” ujar Onward.

Onward mengaku sudah mengenal sosok Niko itu sebagai jurnalis senior di Kepri sejak lama.

“Saya kenal dia lima tahun lebih. Niko merupakan pribadi yang kritis, intelektual dan memiliki integritas tinggi. Oleh karena itu, Saya melihat dia mempunyai kapasitas untuk muncul sebagai kandidat di Bintan,” ucapnya. (*)