Hai Sahabat Ulasan. Banyak orang berusaha tidur lebih awal demi menjaga kesehatan, namun banyak pula yang justru makin segar saat kepala menyentuh bantal. Alih-alih mengantuk, mata malah semakin terbuka lebar. Lalu, mengapa kondisi ini sering terjadi?
Seorang certified sleep coach, Vishal Dasani, menjelaskan bahwa setiap orang memiliki jam tidur alaminya masing-masing. Ada yang mudah tidur sebelum tengah malam, dan ada juga yang baru mengantuk setelah lewat jam 12 malam.
“Itu normal selama dia proses tidurnya cukup mudah, tidurnya pulas, pagi bangun dia merasa segar dan berenergi artinya itu tidurnya berkualitas,” kata Coach Vishal.
Baca Juga: Kebiasaan Buruk Picu Asam Urat, Nomor Satu Minuman Manis
Selanjutnya, ia menambahkan bahwa masalah muncul ketika seseorang memaksa tidur lebih cepat dari biasanya. Akibatnya, meski sudah berada di kasur dan memejamkan mata, tubuh tetap belum mau tidur.
“Nah yang suka terjadi, pada saat kita memaksakan diri untuk tidur lebih cepat, yang terjadi kita di atas kasur, mencoba tidur, tutup mata, kok nggak tidur ya? Baru akhirnya tidur setelah mendekati jam biologisnya dia,” sambungnya.
Menurut Vishal, tidur bukan sesuatu yang bisa dipaksa. Sebaliknya, seseorang harus mengikuti ritme biologis tubuh agar proses tidur berlangsung alami.
Bagaimana Mengetahui Jam Biologis Tidur?
Kemudian, Coach Vishal memaparkan bahwa ada beberapa cara untuk mengetahui ‘jam biologis tidur’ seseorang. Salah satu metode paling sederhana adalah dengan mengisi Morningness-Eveningness Questionnaire (MEQ) yang dapat dicari melalui Google.
Sebagai catatan, MEQ merupakan kuesioner psikologi yang membantu menentukan apakah seseorang termasuk morning person, evening person, atau berada di antara keduanya.
“Nah dari situ akan muncul sebuah kuesioner dan di situ kita bisa mengetahui saat ini jam biologis kita itu berada di range jam berapa,” kata Vishal.
Selain itu, jam biologis tidur juga bisa dipantau menggunakan smartwatch yang memiliki fitur index sleep monitor.
Bagaimana Mendapatkan Tidur yang Berkualitas?
Sebagai seorang pelatih tidur, Vishal memberikan beberapa panduan penting agar seseorang bisa mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.
Pertama, ia menekankan pentingnya konsistensi jam tidur. Seseorang perlu tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari agar ritme tubuh tetap stabil.
“Pertama pastikan kita tidur dan bangun di jadwal yang selaras dan konsisten. Kedua, bangun tidur kita cari cahaya terang, idealnya dalam satu jam Anda bangun, cari cahaya terang idealnya adalah sinar matahari. Kalau matahari belum nongol, kita nyalain lampu kamar, lampu ruangan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa cahaya terang di pagi hari memberi sinyal ke otak untuk mulai beraktivitas. Pada saat yang sama, otak juga akan mengatur ulang waktu agar rasa kantuk muncul sekitar 14 jam kemudian.
“Tujuannya apa? Cahaya terang ini akan memberikan perintah ke otak kita, ‘hei ini saatnya beraktivitas’ dan di saat yang bersamaan dia akan setting timer, kurang lebih sekitar 14 jam untuk ‘hei 14 jam kemudian, yuk dibikin ngantuk’,” lanjutnya.
Baca Juga: Suka Makan Sashimi? Pahami Risiko Berbahaya Ikan Mentah bagi Kesehatan Tubuh
Selanjutnya, ia menyarankan untuk menjalani gaya hidup aktif, meskipun tidak harus selalu berolahraga berat. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki atau memilih naik tangga sudah cukup membantu tubuh mempersiapkan tidur.
Vishal juga menekankan pentingnya menjaga pola makan bergizi, karena nutrisi yang tepat membantu tubuh memproduksi hormon melatonin.
“Terus be mindful terhadap stimulan sama alkohol. Stimulan di sini kafein yang dimaksud. Kalau kita konsumsi terlalu banyak, kita jadi semakin sulit tidur,” katanya.
Terakhir, ia mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan tidur yang nyaman.
“Berikutnya, pastikan kamar tidur kita senyaman mungkin, karena kita akan lebih rileks. Minim cahaya, minim suara, alat tidurnya pas,” tutupnya.


















