Daerah

Tanjungpinang siapkan sekolah sebagai karantina terpadu pasien COVID-19

Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau mulai mempersiapkan ruang kelas pada sekolah tertentu sebagai tempat karantina terpadu pasien COVID-19.

Sekda Tanjungpinang Teguh Ahmad Syafari, di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan, ruang kelas akan dipergunakan sebagai tempat karantina terpadu pasien COVID-19 jika seluruh tempat karantina terpadu sudah sudah.

Saat ini, sebanyak 37 pasien COVID-19 menjalani karantina terpadu di Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Kepri di Toapaya, Bintan. Di gedung itu terdapat 47 kamar dan 94 tempat tidur untuk pasien COVID-19.

Pemanfaatkan kamar-kamar pada gedung itu disebabkan seluruh ruangan yang disiapkan pemerintah seperti Rumah Singgah RSUP Kepri dan mes Pemkot Tanjungpinang sudah penuh.

“Kami melihat tren peningkatan jumlah pasien COVID-19 yang meningkat drastis dalam sepekan terakhir. Karena itu perlu dilakukan upaya antisipatif,” ucapnya,dilansir dari Antara.

Berdasarkan data Dinkes Tanjungpinang pada 26 Oktober 2020, Jumlah pasien COVID-19 di Tanjungpinang bertambah 47 orang sehingga 450 orang. Pasien yang bergejala bertambah 22 orang sehingga menjadi 162 orang, sedangkan pasien yang tidak bergejala
25 orang sehingga menjadi 288 orang.
sebanyak

Sementara pasien yang sembuh bertambah empat orang sehingga menjadi 308 orang. Pasien yang meninggal dunia bertambah dua orang sehingga menjadi 12 orang.

“Jumlah kasus aktif COVID-19 di Tanjungpinang mencapai 130 orang,” katanya.

Saat ini, kata dia pasien yang dirawat di rumah sakit sebanyak 40 orang, menjalani karantina terpadu 34 orang, dan isolasi mandiri sebanyak 56 orang.

Ia mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru. Protokol kesehatan ini harus selalu dilakukan pada saat berinteraksi dengan keluarga yang tidak tinggal serumah, teman rumah ataupun di tempat kerja, sehingga klaster keluarga dan klaster tempat kerja bisa dicegah bersama-sama.

Protokol kesehatan yang senantiasa harus dilakukan adalah memakai masker, menjaga jarak (tidak bersalaman) dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin.

Tim

Tags

Related Articles

Back to top button
Close