Ternyata! Pengemudi Wuling Asyik Ngobrol, Hilang Fokus dan Tabrak Motor di Trikora

Anggota Satlantas Polres Bintan, Kepri melakukan olah TKP kecelakaan lalulintas di Jalan Pantai Trikora, KM 42, Kabupaten Bintan, Kepri. (Foto: Andri Dwi Sasmito)
Anggota Satlantas Polres Bintan, Kepri melakukan olah TKP kecelakaan lalulintas di Jalan Pantai Trikora, KM 42, Kabupaten Bintan, Kepri. (Foto: Andri Dwi Sasmito)

BINTAN – Pengemudi mobil Wuling Cortez hitam, ternyata asyik ngobrol hingga kecelakaan tragis tak terelakkan di Jalan Pantai Trikora Kilometer (KM) 42, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Senin 1 Desember 2025 kemarin.

Peristiwa ini melibatkan mobil Wuling Cortez hitam BP 1451 RF yang menabrak sepeda motor Honda Revo X BP 6536 CB.

Kasi Humas Polres Bintan, Iptu Hotma Panusuna Olver Lolo Bako, menjelaskan bahwa mobil Wuling tersebut dikemudikan seorang pria berinisial LS yang saat itu membawa seorang penumpang berinisial RF. Keduanya melaju dari arah Trikora menuju Kawal.

Saat tiba di lokasi kejadian, menurut Olver, pengemudi LS kehilangan fokus karena sambil bercerita dengan penumpang di sebelahnya.

Baca Juga: Motor Remuk dan Kaki Pengendara Putus di Trikora, Warga Kaget Dengar Suara Dentuman

Kondisi itu membuat LS terkejut ketika melihat ada sepeda motor yang melaju bersamaan di depan kendaraannya.

Karena panik, LS langsung membanting setir ke arah kanan untuk menghindari tabrakan.

Namun, pada saat yang sama, dari arah berlawanan datang motor Honda Revo X yang dikendarai LL dan membonceng anaknya yang baru berusia empat tahun.

Tabrakan pun tidak bisa terhindarkan. Mobil Wuling tersebut menghantam motor Honda Revo X dengan cukup keras. Hingga membuat pengendara dan penumpang motor terpental keluar ke bahu jalan.

Baca Berita [Klik] Kecelakaan Lainnya di Bintan 

Akibat kejadian ini, LL mengalami luka parah pada bagian kaki hingga hampir putus pada kaki kanan. Sementara anaknya menderita luka memar di leher sebelah kiri serta mengalami benturan pada bagian paru-paru.

Petugas kemudian membawa keduanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepri Tanjungpinang untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

“Mereka masih dilakukan rawat inap di RSUP. Kerugian materil ditafsirkan sekitar Rp10 juta,” sebut dia mengakhiri.*

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News